Arab Gelontorkan Rp7 T ke Perusahaan Rusia di Tengah Invasi Ukraina

Tim | CNN Indonesia
Senin, 15 Agu 2022 20:21 WIB
Perusahaan investasi Arab menggelontorkan Rp7,37 triliun ke sejumlah perusahaan energi Rusia saat Moskow melancarkan invasi ke Ukraina. Ini rinciannya. Perusahaan investasi Arab menggelontorkan Rp7,37 triliun ke sejumlah perusahaan energi Rusia saat Moskow melancarkan invasi ke Ukraina. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan investasi Arab Saudi Kingdom Holding Co menggelontorkan lebih dari US$500 juta atau setara Rp7,37 triliun (asumsi kurs Rp14.753 per dolar) ke sejumlah perusahaan energi Rusia saat Moskow melancarkan invasi ke Ukraina.

Dilansir dari CNN Business, Senin (15/8), investasi itu termasuk dalam program penanaman modal tiga tahun perusahaan sebesar 12,8 miliar riyal (US$3,4 miliar) atau sekitar Rp50,11 triliun.

Perusahaan milik Pangeran Al Waleed bin Talal itu menggelontorkan US$365 juta untuk Gazprom pada Februari tahun ini.

Selanjutnya, mereka menginvestasikan US$52 juta untuk Rosneft dan US$109 juta untuk Lukoil antara 22 Februari dan 22 Maret 2022.

Investasi ini dilakukan saat banyak negara Barat memberlakukan sanksi terhadap perusahaan energi Rusia imbas invasinya ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Kingdom Holding memang sebagian besar dimiliki oleh Pangeran Al Waleed Bin Talal. Namun, dana kekayaan negara Arab Saudi dan Dana Investasi Publik (PIF), memiliki 16,87 persen saham di perusahaan tersebut pada Mei 2022.

Sebagai informasi, Arab Saudi dan Rusia memimpin kelompok OPEC+, aliansi yang dibentuk pada 2017 antara Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen sekutu.

[Gambas:Video CNN]



(mrh/agt)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER