PERISKOP 2026

Bisakah Ekonomi RI 2026 Tumbuh 6 Persen seperti Mimpi Purbaya?

CNN Indonesia
Senin, 05 Jan 2026 09:00 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa percaya ekonomi Indonesia bisa tumbuh 6 persen year on year (yoy) pada 2026. Apakah mimpi tersebut bisa terwujud tahun depan?
Sejumlah lembaga ekonomi telah merilis memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan di kisaran 4,9 persen-5,7 persen. Ilustrasi. (CNNIndonesia/Safir Makki).

Proyeksi Laju Ekonomi 2026 versi Bank Dunia Dkk

Sejumlah lembaga ekonomi telah merilis memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan di kisaran 4,9 persen-5,7 persen.

Berikut rangkuman proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 dari setiap lembaga:

1. International Monetary Fund (IMF)

Dalam laporan World Economic Outlook (WEO) edisi Oktober 2025, IMF merevisi ke atas proyeksipertumbuhan ekonomiIndonesia 2026 dari 4,8 persen menjadi 4,9 persen. Angkanya sama dengan proyeksi tahun ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laju tersebut didukung oleh ketahanan ekonomi domestik menghadapi tekanan ketidakpastian global.

2. Bank Dunia

Bank Dunia memperkirakan ekonomi RI tahun depan tumbuh 5 persen, sama dengan tahun ini. Angka itu meningkat dari proyeksi Juni lalu, 4,8 persen.

Lead Country Economist untuk Indonesia dan Timor LesteBank Dunia David Knight mengatakan pertumbuhan ekonomi akan ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan investasi.

"Pertumbuhan investasi dalam perkiraan kami karena tiga faktor. Pertama, peningkatan investasi melalui Danantara. Kedua, pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut. Ketiga, implementasi reformasi yang akan mendukung peningkatan penanaman modal asing,"ujar Knight dalam acara 'The Launch of World Bank Indonesia Economic Prospects December 2025 Edition' di Energy Building Jakarta, Selasa (16/12) lalu.

3. Asian Development Bank (ADB)

Dalam laporan Asian Development Outlook yang dirilis Desember lalu, ADB memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun depan 5,1 persen. Lajunnya meningkat dari proyeksi tahun ini, 5 persen.

"Proyeksi pertumbuhan 2026 sekarang menjadi 5,1 persen dari 5 persen, didukung oleh peningkatan permintaan domestik yang didorong oleh stimulus fiskal dan moneter," tulis laporan ADB tersebut.

4. Bank Indonesia (BI)

Gubernur BI Perry Warjiyo memproyeksikanpertumbuhan ekonomi RI ada di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen pada 2026. Angkanya meningkat dari proyeksi tahun ini, 4,7-5,5 persen.

Perry menyebutkan setidaknya ada tiga faktor yang memengaruhi prediksi itu. Rinciannya, kinerja ekspor dipercaya terus membaik, belanja pemerintah diprediksi ekspansif, dan investasi berbagai sektor yang tengah mengalami tren peningkatan.

"Kita bersyukur ekonomi nasional berdaya tahan, dari rentetan gejolak global,
stabilitas terjaga, pertumbuhan relatif tinggi. Kuncinya hanya satu, sinergi. Dengan sinergi itu insyaallah kinerja ekonomi Indonesia tahun 2026 dan 2027 akan lebih baik," ujar Perry dalam Pertemuan Tahunan BI (PTBI) pada Jumat (28/12) lalu.

Bank sentral siap bersinergi dengan pemerintah. Sinergi itu dalam lima area penting. Pertama, memperkuat stabilitas dan mendorong permintaan. Kedua, hilirisasi, industrialisasi, dan ekonomi kerakyatan.

Ketiga, meningkatkan pembayaan dan pasar keuangan. Keempat, akselerasi ekonomi keuangan digital nasional. Kelima, terjasama investasi dan perdagangan internasional.

5. Bank Mandiri

Tim ekonom Bank Mandiri memproyeksipertumbuhan ekonomiIndonesia mencapai 5,2 persen pada 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan prediksi laju tahun ini, 5,1 persen.

Percepatan laju ekonomi RI tahun depan didorong oleh konsumsi rumah tangga, pemulihan investasi, serta kebijakan fiskal yang lebih ekspansif. Kendati, secara global, ekonomi masih menghadapi tekanan perlambatan

"Program strategis pemerintah diproyeksikan memberikan multiplier effect ke berbagai sektor, khususnya manufaktur, industri pengolahan, dan sektor padat karya," terang Tim Ekonom Bank Mandiri dalam Macro Economic Outlook Kuartal IV 2025 yang dipaparkan pada Rabu (3/12) lalu.

(skt/fln)

HALAMAN:
1 2