Pekerja Swasta Bergaji Rp4 Juta-Rp6 Juta Terbanyak Ambil KPR FLPP

CNN Indonesia
Jumat, 14 Agu 2026 14:26 WIB
BPS mengungkapkan kelompok pekerja swasta dengan tingkat penghasilan menengah Rp4 juta hingga Rp6 juta menjadi konsumen terbanyak yang memanfaatkan FLPP. (CNN Indonesia/ Harvey Darian).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan kelompok pekerja swasta dengan tingkat penghasilan menengah Rp4 juta hingga Rp6 juta menjadi konsumen terbanyak yang memanfaatkan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau KPR bersubsidi.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, profil penerima manfaat kredit subsidi ini didominasi oleh pekerja di sektor swasta.

"Yang paling banyak mengakses kredit subsidi rumah melalui FLPP adalah pegawai swasta," ujar Amalia dalam acara Rilis Publikasi Statistik Perumahan Tahun 2026, Kamis (13/8).

BPS mencatat fasilitas pembiayaan rumah bersubsidi tersebut paling optimal terserap pada kelompok masyarakat berpenghasilan Rp4 juta sampai Rp6 juta per bulan.

"Fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan ini paling banyak dinikmati oleh atau dimanfaatkan oleh masyarakat dengan kelompok pendapatan antara Rp4 juta sampai dengan Rp6 juta," ujar Amalia.

Amalia membeberkan fenomena ini terjadi secara merata di hampir seluruh wilayah pembagian zona kriteria Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Menurutnya, kelompok penghasilan ini memiliki antusiasme paling tinggi untuk mendapatkan akses hunian milik sendiri.

"Artinya, yang memang sangat menikmati dan ingin mendapatkan akses perumahan ini ada di kelompok pendapatan yang Rp4 juta sampai Rp6 juta tersebut," tutur Amalia.

Di sisi lain, BPS mencatat pemanfaatan FLPP oleh kelompok pendapatan di atas Rp8 juta hingga Rp10 juta juga mulai menunjukkan tren peningkatan sejak semester II 2025 hingga semester I 2026.

Sementara, untuk kelompok masyarakat berpendapatan di atas Rp14 juta tercatat nihil karena sudah berada di luar batas atau threshold ketentuan MBR.

Secara akumulasi, BPS mencatat realisasi program FLPP pada semester I 2026 telah mencapai 91.531 unit rumah. Angka ini melanjutkan capaian sepanjang 2025 yang berhasil menyalurkan sebanyak 278.868 unit rumah bersubsidi.

Berdasarkan sebaran wilayahnya, masyarakat di Pulau Jawa dan Sulawesi tercatat menjadi pengguna fasilitas subsidi perumahan terbesar di tanah air.

"Perkembangan FLPP berdasarkan provinsi memang paling banyak ada di Jawa Barat, Jawa Tengah, lalu Sulawesi Selatan. Ini provinsi yang paling banyak penduduknya memanfaatkan FLPP," terang Amalia.

(fln/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK