Kesehatan Wanita

Soal Kanker Serviks, Sigi Wimala Ingin Temui Jupe

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Jumat, 21/11/2014 07:51 WIB
Soal Kanker Serviks, Sigi Wimala Ingin Temui Jupe Aktris Sigi Wimala dalam acara kampanye Save a Teen dalam rangka Hari Anak Internasional di Rumate, Jakarta Selatan, Kamis (20/11). (CNNIndonesia/Christina Andhika Setyanti)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktris Sigi Wimala mengungkapkan keinginannya untuk bisa bertemu Julia Perez alias Jupe. "Saya mau banget ketemu sama Jupe," kata Sigi sesaat setelah peluncuran kampanye Save a Teen di Jakarta, Kamis (20/11).

Keinginan Sigi untuk bertemu Jupe bukan berkaitan dengan proyek film baru, namun berkaitan dengan kesehatan. "Mau tanya-tanya juga tentang penyakit tersebut, sharing-lah, walaupun saya tidak terkena kanker ini," ujarnya.

Seperti diketahui, baru-baru ini Jupe melakukan divonis menderita kanker serviks dan ia juga menjalani operasi pengangkatan rahim di Singapura. Hal inilah yang membuat Sigi ingin mengunjungi mantan kekasih Gaston Castano ini.


Sigi mengaku bahwa ia ingin mengetahui lebih banyak soal penyakit tersebut. Pasalnya, sejak terpilih sebagai salah satu duta untuk kanker serviks dari Yayasan Kanker Indonesia, ia merasa harus lebih waspada pada serangan penyakit tersebut.

"Selama ini kan kita tahunya, kanker serviks selalu menyerang orang yang sudah tua. Tapi dengan kasus Jupe, saya jadi tahu ternyata kanker ini bisa menyerang orang aktif dan produktif," ucap Sigi.

Meski tak punya riwayat menderita kanker, miom atau kista, namun sang adik, Agni Pratistha sempat memiliki kista. Hal inilah yang membuatnya benar-benar waspada dan melakukan serangkaian upaya pencegahan.

Sigi mengaku sudah melakukan vaksinasi dan pap smear. Vaksinasi pertamanya dilakukan pada 2009 lalu setelah melahirkan. Dikatakannya, jika diketahui sejak dini, kanker serviks bisa dicegah.

"Kanker serviks adalah satu-satunya kanker yang bisa disembuhkan. Tapi kalau bisa dicegah kenapa tidak," katanya.

Sayang, masalah yang muncul adalah masyarakat sering mengambil kesimpulan sendiri tentang penyakit yang dideritanya. Dicontohkannya, ketika mengalami sakit perut, banyak perempuan langsung mengklaim kalau mereka terlalu lelah atau serangan PMS.

"Padahal belum tentu, harus periksa ke dokter obgyn biar lebih pasti," katanya menyarankan.