Mancanegara vs Nusantara

Kuliner Pinggir Jalan: Tteokbokki vs Cilok Cimol

Yohannie Linggasari, CNN Indonesia | Sabtu, 22/11/2014 14:25 WIB
Kuliner Pinggir Jalan: Tteokbokki vs Cilok Cimol Tteokbokki, jajanan pasar Korea (CNN Indonesia/Yohannie Linggasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tteokbokki adalah jajanan pasar yang sangat populer di Korea. Makanan ini juga sudah menjamur di Indonesia. Menu tteokbokki selalu ada di setiap restoran Korea. Beberapa toko makanan bahkan telah menjual tteokbokki instan agar pembeli dapat membuatnya sendiri di rumah.

Tteokbokki merupakan makanan favorit sebagian besar pelajar di Korea. Jajanan ini dapat ditemui di kios-kios kecil di pinggir jalan serta restoran di dekat sekolah dan universitas. Pada dasarnya tteokbokki terbuat dari garaetteok, kue beras berbentuk silinder yang kenyal. Bentuknya mirip dengan pempek lenjer asal Palembang.

Garaetteok direbus dengan saus gochujang, pasta cabai yang telah difermentasi asli Korea. Tteokbokki dimasak sampai sausnya sedikit mengental. Saat ini sudah banyak variasi penyajian tteokbokki. Ada yang disajikan dengan mi, bakso ikan, aneka makanan laut, dan lainnya.


Tidak ada aturan baku dalam penyajian tteokbokki. Bila suka telur dan sayur, Anda bahkan bisa menambahkannya. Hal ini membuat tteokbokki menjadi jajanan pasar yang sehat dibandingkan dengan makanan kemasan yang penuh bahan pengawet.

Rasa tteokbokki agak pedas dan terkadang ada aroma ikan. Bila pintar memasaknya, bumbunya akan meresap sampai ke dalam tteokbokki sehingga lebih enak. Biasanya makanan ini disantap bersama-sama kalau di restoran. Sementara, bila dibeli dari pasar malam atau kios pinggir jalan, biasanya porsinya untuk seorang dan ditaruh dalam cup.

Kalau Korea punya tteokbokki, Indonesia punya cilok dan cimol. Kedua makanan ini berasal dari Jawa Barat dan terbuat dari tepung kanji. Tak heran bila asal kata kedua makanan ini pun dari bahasa Sunda. Kepanjangan cilok adalah aci dicolok, atau tepung yang dicolok, karena cara makannya adalah dengan dicolok menggunakan tusuk kayu panjang.

Cilok atau aci dicolok, makanan khas Jawa Barat (CNN Indonesia/Yohannie Linggasari)
Cara pembuatannya adalah adonan tepung kanji dibuat bulat-bulat lalu dikukus. Biasanya, makanan ini sering dijumpai di pinggir jalan, dengan konsep makanan gerobak. Penjual cilok juga sering ditemui di depan sekolah atau universitas. 

Penyajiannya bisa dengan sambal kacang, kecap, atau saus. Terkadang pembuatnya sudah mencampurkan penyedap makanan ke adonan tepung sehingga ciloknya sendiri sudah ada rasanya. Makanan yang rasanya kenyal ini enak disantap ketika masih panas. Biasanya, penjual kaki lima akan menyediakan makanan ini di dalam plastik.

Sementara, cimol berarti aci digemol, atau aci (tepung) yang dibulat-bulatkan. Bila cilok dikukus, cimol digoreng. Makanan ini juga dapat ditemui di penjual kaki lima yang biasanya berjualan di depan sekolah atau universitas. Biasanya cimol ditaburi dengan bermacam bumbu bubuk. Sekarang sudah banyak rasa yang disajikan, mulai dari bumbu keju, jagung, pedas, atau asin.

Cimol sedap dikonsumsi saat masih panas. Rasanya kenyal dan gurih. Karena teksturnya yang kenyal, saat mengonsumsinya tidak boleh terburu-buru. Banyak kunyahan diperlukan untuk membantu mencerna makanan ini.