Dokter spesialis saraf, Yuda Turana mengatakan lupa di usia muda belum tentu indikasi terkena penyakit yang dapat menurunkan memori secara cepat, Demensia Alzheimer.
"Lupa itu belum tentu Alzheimer, bisa juga gangguan memori maupun gangguan atensi," katanya saat ditemui di Plaza Senayan, Senin (22/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, bukan tidak mungkin juga gejala Alzheimer muncul di usia muda. Untuk memastikan hal itu, Yuda menganjurkan agar masyarakat rutin memeriksakan fungsi otaknya.
"Kita biasa untuk medical check up persoalannya hanya jantung yang ditanya sehat atau tidak. Tapi tidak pernah bertanya tentang fungsi otak," ujarnya.
Hanya melalui sebuah pemeriksaanlah, seseorang bisa mengetahui penyebab lupa yang ia alami. Apakah ada gejala Alzheimer atau bahkan jenis demensia lainnya.
"Caranya melalui pemeriksaan objektif, pemeriksaan fungsi kognitif. Dengan pemeriksaan screening biasa dan konsultasi cek memori," jelas Yuda.
Sebenarnya, penyakit Alzheimer bisa dicegah. Kuncinya adalah pola hidup sehat dan tidak stres. Adapun beberapa penyebab Alzheimer yang sering ditemukan adalah hipertensi, merokok, obesitas, kesendirian, stres, depresi, benturan kepala yang berulang, dan tidur mendengkur juga termasuk faktor risiko Alzheimer.
"Apa yang tidak bagus buat jantung, pasti tidak bagus buat otak," ucap Yuda.
(mer/mer)