Kulit Sehat

Mengintip Status Kesehatan dari Kondisi Kulit

Windratie, CNN Indonesia | Rabu, 21/01/2015 07:15 WIB
Mengintip Status Kesehatan dari Kondisi Kulit Ilustrasi kesehatan kulit. (evgenyatamanenko/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mengunjungi dokter kulit secara teratur adalah sebuah kebiasaan baik untuk dibangun. Dokter kulit adalah ahli yang dapat mengetahui tanda-tanda mencolok dari hadirnya masalah kesehatan. Jika Anda menyadari gejala-gejala terlihat berikut, segera periksakan ke dokter.

1. Mata kuning
Mata yang berubah warna menjadi kuning bisa disebabkan oleh kondisi yang dikenal sebagai ikterus scleral. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa hati Anda tidak berfungsi dengan baik, kata dokter kulit Soheil Simzar, seperti dilansir dari laman Women's Health.

2. Kantung dan pembengkakan mata
Makanan tinggi natrium dan garam dapat meningkatkan retensi air ke seluruh tubuh, termasuk area bawah mata, kata dokter Roshini Raj. Alergi kronis juga dapat muncul pada kulit sensitif di bawah mata. Mereka melebarkan pembuluh darah dan bisa menyebabkan kebocoran pembuluh darah yang mengakibatkan mata bengkak dan berwarna ungu-biru tua.


3. Tulang kering atau gusi berwarna biru
Jika bagian-bagian tertentu pada kulit seperti tulang kering atau gusi membiru, Anda mungkin memiliki reaksi terhadap obat, kata Simzar. Namun, jika kulit Anda berubah menjadi abu-abu kebiruan, itu dapat menunjukkan konsumsi kronis produk yang mengandung timah.

4. Hiperpigmentasi dan perubahan warna
Paparan sinar matahari bukan satu-satunya penyebab hiperpigmentasi. Bercak abu-abu kecokelatan tebal pada kulit terutama di sekitar leher, ketiak, atau selangkangan bisa merupakan tanda awal diabetes, kata Raj.

5. Kulit keabu-abuan
Kulit abu-abu bisa muncul karena beberapa alasan. Pertama, bisa jadi oksigen tidak cukup mengalir dalam darah Anda, tanda dari kemungkinan penyakit emsifema, kata Kim Laudati.

Hal itu juga menandakan serangan jantung di masa depan. Selain itu, gejala kulit keabuan-abuan adalah petunjuk untuk penyakit tuberkulosis paru, pneumonia, dan jenis kanker tertentu.

Alasan lain, yang tidak banyak dikenal, adalah peritonitis. Yakni, peradangan pada jaringan lapisan tipis di dalam perut yang disebabkan oleh bakteri atau jamur.

6. Kulit atau kuku yang kering
Jika kulit menjadi kering, serta rambut dan kuku menjadi rapuh, gejala tersebut berpotensi mengarah pada masalah tiroid, kata Simzar.

Kulit seharusnya tampil mulus, tanpa ruam, bengkak, atau sisik. Sebagai pengecualian, kulit kering bisa disebabkan karena kurang cukupnya vitamin A, asam lemak esensial seperti omega 3, atau zat seng.

7. Sensitivitas ekstrem terhadap matahari
Kulit yang sangat sensitif terhadap paparan sinar matahari dapat merupakan tanda penyakit autoimun lupus eritematosus, kata dokter kulit Dina D. Strachan.
 
8. Ruam yang gatal dan melepuh
Gejala ini diketahui sebagai dermatitis herpetiformis. Itu adalah gejala dari penyakit seliaka (gangguan autoimun usus kecil), saat sistem pencernaan Anda sensitif terhadap gluten, kata Raj. Luka dapat muncul di mana saja, tetapi paling sering terjadi di sekitar lutut, kulit kepala, punggung dan bokong. Dapat didahului oleh sensasi terbakar yang intens.

9. Kulit berwarna oranye
Jika kulit berubah oranye, Anda mungkin baru saja memakan wortel yang sangat banyak, atau sayuran lain yang kaya karoten.

10. Kulit cokelat
Saat kulit berubah seperti warna perunggu, tapi bukan efek dari berjemur di sinar matahari, mungkin itu petunjuk atas hadirnya gangguan turunan yang disebut hemochromatosis.

11. Kelebihan rambut di wajah
Rambut yang tidak diinginkan pada perempuan, terutama di sepanjang garis rahang, dagu, dan bibir, bisa merupakan gejala dari sindrom ovarium polikistik, yakni ketidakseimbangan hormon di mana kadar hormon laki-laki tinggi.

12. Bibir pecah-pecah
Retak kering di sekitar mulut dapat menunjukkan kekurangan vitamin B seperti niasin, riboflavin, dan vitamin B6. Anda bisa menemukan niasin di dalam ikan tuna, riboflavin dalam bayam, dan B6 di dalam buncis.


(win/mer)