Orang Indonesia Masih Kurang Makan Sayur dan Buah

Merry Wahyuningsih, CNN Indonesia | Minggu, 25/01/2015 11:39 WIB
25 Januari setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Gizi Nasional. Sayangnya, data terbaru menunjukkan orang Indonesia kurang makan sayuran dan buah. Ilustrasi sayuran (morgueFile/MaxStraeten)
Jakarta, CNN Indonesia -- 25 Januari setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Gizi Nasional. Sayangnya, ada ironi di balik itu. Data terbaru dari Studi Diet Total (SDT) 2014 menunjukkan bahwa orang Indonesia masih kurang mengonsumsi sayuran dan buah.

“Konsumsi kelompok sayur dan olahan, serta buah-buahan dan olahan penduduk masih rendah, yaitu 57,1 gram per orang per hari dan 33,5 gram per orang per hari,” tulis Prof Tjandra Yoga Aditama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI, dalam keterangan tertulisnya yang diterima CNN Indonesia, Minggu (25/1).

Dalam kelompok sayur, orang Indonesia paling banyak mengonsumsi sayuran hijau (79,1%) dibandingkan sayur lainnya. Sebaliknya, untuk kelompok buah-buahan dan olahan, buah pisang terbanyak dikonsumsi oleh penduduk (15,1%).


“Konsumsi sayur dan olahan serta buah-buahan dan olahan yang belum memadai berpengaruh terhadap suplai vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh,” kata Tjandra menjelaskan.

Studi Diet Total (SDT) 2014 termasuk dalam Riset Kesehatan Nasional (Riskesnas) berbasis komunitas, dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI. Studi Diet Total terdiri dari dua kegiatan besar, yaitu Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI) dan Analisis Cemaran Kimia Makanan (ACKM).

Hasil analisis SKMI 2014 menunjukkan tingkat konsumsi bahan makanan menurut jenis dan kelompok makanan, berpengaruh terhadap asupan zat gizi, kecukupan energi dan protein individu. Hasilnya secara lengkap sebagai berikut:

Makanan pokok

Beras terbanyak dikonsumsi oleh sebagian besar penduduk Indonesia (97,7%) dengan konsumsi sebesar 201,3 gram per orang per hari, diikuti terigu dan olahannya yang dikonsumsi oleh sekitar 30,2 persen penduduk dengan konsumsi sebesar 51,6 gram per orang per hari.

Jenis umbi-umbian dan olahannya menempati urutan ketiga dengan konsumsi sebesar 27,1 gram per orang per hari dan dikonsumsi oleh sekitar 19,6 persen penduduk. Dari ketiga jenis makanan pokok tersebut, jenis umbi-umbian yang umumnya merupakan produksi lokal, justru jumlahnya paling sedikit dikonsumsi oleh penduduk.

Protein

Konsumsi protein hewani penduduk Indonesia, terbanyak berasal dari kelompok ikan dan olahan, yaitu sebesar 78,4 gram per orang per hari. Disusul oleh kelompok daging dan olahan sebanyak 42,8 gram per orang per hari, dan tiga kelompok lain yang sedikit dikonsumsi secara berurutan adalah telur dan olahan sebesar 19,7 gram per orang per hari, susu dan olahan sebanyak 6,4 gram per orang per hari, dan kelompok jeroan sebesar 2,1 gram per orang perhari.

Protein nabati lebih banyak dikonsumsi penduduk dibandingkan protein hewani, terlihat pada konsumsi kacang-kacangan dan olahan dan serealia dan olahan mencapai 56,7 gram dan 257,7 gram per orang per hari. Berdasarkan jumlah penduduk, yang dominan dikonsumsi adalah kacang kedelai dan beras dengan kisaran dari 47,7-97,7 persen. Dengan demikian mayoritas sumber protein dalam makanan penduduk adalah protein nabati.

Sayur dan buah

Konsumsi kelompok sayur dan olahan serta buah-buahan dan olahan penduduk masih rendah yaitu 57,1 gram per orang per hari dan 33,5 gram per orang per hari. Dalam kelompok sayur, sayuran hijau dikonsumsi paling banyak (79,1%) dibandingkan sayur lainnya. Untuk kelompok buah-buahan dan olahan, buah pisang terbanyak dikonsumsi oleh penduduk (15,1%).

Minyak

Konsumsi kelompok minyak, lemak dan olahan sebesar 37,4 gram per orang per hari, terbanyak dikonsumsi dalam kelompok ini adalah minyak kelapa sawit dan minyak kelapa (19,7 gram/orang/hari). Sebagian besar penduduk Indonesia (92,6%) mengonsumsi minyak kelapa sawit dan minyak kelapa, menyusul kelapa dan olahannya (29,4%) dan minyak lainnya (7,1%).

Gula

Konsumsi kelompok gula dan konfeksionari penduduk Indonesia sebesar 15,7 gram per orang per hari, terbanyak dikonsumsi dalam kelompok ini adalah gula putih atau gula pasir (13,6 gram/orang/hari). Gula pasir dikonsumsi oleh sebagian besar penduduk Indonesia (66,6%), diikuti oleh bahan makanan lain, permen dan cokelat dengan kisaran antara 2,3 sampai 2,8 persen dan terendah sirup (1,2%).

Bumbu masak

Konsumsi kelompok bumbu penduduk Indonesia sebesar 20,4 gram per orang per hari, terbanyak dikonsumsi pada kelompok ini adalah bumbu basah (14,3 gram/orang/hari), menyusul garam (3,5 gram/orang/hari) dan terkecil bahan tambahan (1,0 garam/orang/hari). Hampir seluruh penduduk mengonsumsi garam (96,3%) diikuti dengan bumbu basah (84,1%), vetsin (50,3%) dan terendah bahan tambahan (1,3%).

Minuman serbuk

Konsumsi minuman serbuk penduduk Indonesia sebesar 8,7 gram per orang per hari. Teh instan/daun kering dikonsumsi terbanyak (31,2 %) diikuti kopi bubuk (25,1%) dan terendah minuman serbuk (5,9%), dengan konsumsi terbanyak adalah kopi bubuk (6,0 gram/orang/hari), menyusul teh instan daun kering (1,6 gram/orang/hari) dan terendah adalah minuman serbuk (1,2 gram/orang/hari). Minuman serbuk merupakan minuman terbanyak dikonsumsi oleh kelompok umur 0-59 bulan hingga kelompok umur 13-18 tahun.

Cairan

Total konsumsi cairan penduduk Indonesia 1.317 ml per orang per hari, berasal dari air minum 1.148 ml per orang per hari, air minum kemasan bermerek 146 ml per orang per hari, dan minuman cair (25 ml/orang/hari). Konsumsi cairan kelompok umur 19-55 tahun (dewasa) hampir mencapai 1,5 liter.

Konsumsi minuman cair penduduk Indonesia sebesar 25,0 ml per orang per hari. Berasal dari minuman kemasan (19,8 ml /orang/hari), minuman berkarbonasi (2,4 ml/orang/hari), minuman beralkohol (1 ml/orang/hari), serta lainnya (1,9 ml /orang/hari).

Minuman kemasan cairan dikonsumsi 8,7 persen penduduk, diikuti minuman lainnya (1,8%), minuman berkarbonasi (1,1%) dan terendah minuman beralkohol (0,2%). Minuman kemasan cairan merupakan minuman terbanyak dikonsumsi pada semua kelompok umur termasuk kelompok balita.

Suplemen

Konsumsi kelompok makanan komposit, suplemen termasuk jamu amat kecil yaitu di bawah 1,0 gram per orang per hari, dan dikonsumsi hanya 1 persen penduduk.


(mer/mer)