Bayi di Hong Kong Lahir dalam Kondisi 'Hamil' Anak Kembar

Merry Wahyuningsih, CNN Indonesia | Senin, 09/02/2015 11:13 WIB
Bayi di Hong Kong Lahir dalam Kondisi 'Hamil' Anak Kembar Ilustrasi bayi kembar parasit (Bridget Coila/Flickr)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang bayi perempuan di Hong Kong terlahir dalam kondisi ‘hamil’. Ada dua janin kembar bersemayam di dalam perutnya. Karena kondisi tersebut, bayi yang lahir di Queen Elizabeth Hospital itu harus menjalani serangkaian operasi di usia yang baru menginjak tiga minggu.

Dua janin yang berusia sekitar 8 hingga 10 minggu itu diketahui memiliki kaki, lengan, tulang belakang, tulang rusuk dan usus. Tubuh keduanya juga sudah tertutup kulit. Salah satu janin memiliki bobot 14,2 gram, yang lainnya 9,3 gram. Masing-masing juga telah memiliki tali pusar.

Operasi berjalan lancar dan gadis cilik yang tidak disebutkan namanya itu bisa keluar dari rumah sakit delapan hari kemudian. Keajaiban medis yang luar biasa ini dirinci dalam Hong Kong Medical Journal edisi terbaru.


Laporan Hong Kong Medical Journal menyebutkan alasan di balik kelainan yang terjadi pada gadis yang lahir pada tahun 2010 itu, masih belum diketahui, sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikannya sebagai jenis kanker.

Tapi para ahli percaya bayi tersebut kemungkinan mengalami kondisi yang disebut fetus in fetu, yakni kondisi sangat langka yang hanya memengaruhi satu dari 500 ribu kelahiran di dunia. Ini merupakan suatu kondisi ketika janin cacat ditemukan dalam tubuh kembarannya.

Perlu diketahui, kembar identik terbentuk ketika sebuah sel telur terpisah menjadi dua setelah pembuahan. Tetapi kembar parasit atau fetus in fetu seperti pada kasus ini, terjadi ketika sel telur gagal untuk sepenuhnya terpisah. Pada 80 persen kasus, janin yang tidak berkembang tumbuh di perut saudara kembarnya yang hidup, meskipun ada laporan yang juga terjadi di tengkorak.

Yu Kai-man, spesialis kandungan, percaya ini adalah kasus pertama yang didokumentasikan di Hong Kong. “Hampir mustahil mendeteksinya selama check-up kehamilan, karena cikal bakal dalam bayi itu terlalu kecil,” ujar Yu, mantan profesor di Chinese University of Hong Kong, seperti dilansir dari Daily Mirror, Senin (9/2).

“Karena tidak mungkin bagi gadis kecil mengalami kehamilan karena pembuahan dirinya sendiri, pembuahan janin kembar itu, tentu saja, adalah milik orang tuanya, yang berkembang di tempat yang salah.”



(mer/mer)