Makanan yang Paling Diincar Tamu di Pesta Pernikahan

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Sabtu, 07/03/2015 10:09 WIB
Makanan yang Paling Diincar Tamu di Pesta Pernikahan ilustrasi kue pernikahan (SplitShire/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam sebuah pesta tak pantas rasanya jika tidak ada kehadiran makanan. Penyajian makanan dianggap sebagai penghormatan untuk tamu yang datang karena salah satu cara menyenangkan orang dengan mudah adalah melalui perutnya.

Dalam satu pesta, misalnya pernikahan, pasti ada beragam jenis makanan yang disajikan. Mulai dari makanan utama sampai dessert, semua disiapkan untuk memanjakan perut para tamu yang datang.

Belum lagi jajanan-jajanan seperti asinan, kue-kue kering, bakso, dan berbagai jenis jajanan lainnya tidak pernah absen memenuhi ruang resepsi.


Sama seperti makanan lainnya, makanan untuk pesta pernikahan pun juga memiliki tren. Rosita Doddy, pemilik Catering & Event Organizer, Pangan Selaras mengatakan tren makanan pernikahan selalu ada setiap tahunnya karena tentunya orang bosan dengan menu yang itu-itu saja.

"Yang disukai banget itu tradisional. Kue-kue kecil jajanan pasar itu amat disukai," kata Rosita saat ditemui dalam acara Culinary Wedding Festival 2015 di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah, Jumat (6/3). "Nasi rawon, soto sulung, semua suka," imbuhnya.

Ia juga menyampaikan, dalam memilih komposisi makanan saat penyelenggaraan pesta harus bervariasi. "Harus ada yang mengenyangkan, harus ada sayurannya, ada keringnya seperti pempek, harus ada juga makanan berat bisa nasi atau lontong," papar Rosita.

Tak lupa Rosita juga berbagi tentang cara pintar mengatur makanan saat pesta pernikahan agar tidak kehabisan makanan. "Buffet-nya separuh aja, stall-nya diperbanyak, tapi yang bikin kenyang," ungkapnya. Biasanya, stall-stall makanan saat pesta makanan berisi jajanan seperti bakso, siomay, pempek, dan sebagainya.

Selain berlomba menyajikan pilihan menu yang berbeda dan enak, para katering pernikahan juga harus berpikir ekstra tentang cara penyajian yang menarik.

"Sekarang para pelaku kuliner harus bekerja keras dan berpikir, tidak hanya menjual, jasa, mempromosikan tapi harus melihat tampilannya," ujar Rosita. Untuk itu, ia pun banyak menggunakan piranti dan cara penyajian yang unik, misalnya konsep tradisional Indonesia dengan menggunakan tungku.

(utw/utw)