Demi Hemat Biaya, Banyak Pengantin Pilih Kue Palsu

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Sabtu, 07/03/2015 12:23 WIB
Demi Hemat Biaya, Banyak Pengantin Pilih Kue Palsu kue pengantin bertingkat (romrodinka/Dok.Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu tradisi yang dilakukan saat melangsungkan pesta pernikahan adalah tradisi potong kue. Kue cantik yang tak jarang lebih tinggi dari sang pengantin dengan dekorasi yang menawan selalu hadir di tengah pesta untuk menyempurnakan momen bahagia.

Jika dilihat dari bentuknya, tentu kue pengantin sangat menggiurkan. Kelezatan terpancar dari moleknya kie bertingkat itu. Tapi rasanya sayang untuk merusak dekorasi kue dengan permukaan mulus tanpa cela dan atribut yang menawan demi memuaskan hasrat untuk makan.

Dulu kue cantik yang hadir di setiap pesta pernikahan itu merupakan kue sungguhan yang bisa dimakan. Tapi, beberapa tahun belakangan, tren mulai berubah. Kue-kue cantik yang membuat Anda terpukau itu ternyata banyak yang palsu.


"Zaman dulu full cake. Kalau sekarang dummy cake hanya untuk simbolis," kata Marketing Libra Cake, Nida, ketika ditemui dalam acara Culinary Wedding Festival 2015 di Sasana Kriya, TMII, Jumat (6/3).

Hal ini dikarenakan, kue utuh bertingkat ini membutuhkan biaya yang sangat mahal dibanding hanya sekadar dummy. Harga sebuah dummy cake ini berkisar antara Rp 2 juta sampai Rp 3,5 juta. Bahkan harga kue tertinggi bisa mencapai Rp 8 juta. Dan pastinya, satu paket kue asli akan memakan biaya lebih mahal. Selain itu, kue bertingkat ini jarang habis dimakan, sehingga akhirnya harus berakhir di tempat sampah.

Meski "palsu" dummy cake tersebut tetap memakai komponen pembuat kue seperti fondant icing di bagian luarnya. "Dummy cake ada yang krim atau icing, skrg udah pake icing," ujar Nida. Sementara untuk bagian memakai sterofoam.

Kesulitan dalam membuat kue pernikahan ini terletak ada dekorasi kue. Pasalnya, pelanggan terkadang meminta dekorasi yang tidak biasa. Ada yang minta dekorasi banyak bunga atau banyak permata, lampu kristal," ucap Nida.

Meski tren sedang mengarah pada dummy cake, namun tetap ada pelanggan yang ingin memakai kue asli. "Kadang-kadang enggak mau dummy, maunya pas dipotong keliatan asli," pungkasnya.

Fakta lainnya tentang kue pernikahan, ternyata bentuk dan dekorasi kue juga disesuaikan dengan gedung. Nida mengatakan, jika gedung yang digunakan untuk resepsi memiliki dekorasi yang mewah, dekorasi kue pun tak boleh kalah. "Standarnya lima tumpuk, dan tergantung tempat pesta. Bisa juga tujuh."


(utw)