Alas Daun Pisang Tak Sekadar Hiasan Saat Makan

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Selasa, 10/03/2015 12:59 WIB
Alas Daun Pisang Tak Sekadar Hiasan Saat Makan ilustrasi (ThamKC Location Dok.Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Makan dengan menggunakan dedaunan sebagai alas atau wadah makanan di Indonesia adalah hal biasa. Ada beberapa daun yang sering digunakan, seperti daun jati, daun teratai, dan yang paling populer adalah daun pisang.

Selain digunakan sebagai alas makan, daun pisang sering digunakan untuk membungkus makanan atau kue. Misalnya, pepes ikan, pepes tahu, pepes jamur, atau lainnya. Beberapa kue tradisional juga bisa dibungkus dengan daun pisang, misalnya kue pisang, kue bugis, lemper dan masih banyak lagi.

Kebiasaan makan menggunakan daun pisang ternyata juga tidak hanya terdapat di Indonesia. Di India, menyajikan makanan dengan menggunakan daun pisang merupakan cara makan tradisional di sana. Para tamu yang datang disajikan makanan dengan daun pisang bagian atas, sementara pemilik rumah menggunakan bagian bawah daun pisang sebagai alas.


Semua orang duduk lesehan di lantai dan makan menggunakan tangan mereka. Nasi, daging, sayuran, kari, acar, dan banyak lagi-lainnya disajikan di atas daun pisang. Permukaan daun pisang yang panjang dan lebar membuat semua makanan tersebut bisa disajikan sekaligus di atasnya.

Penggunaan daun pisang sebagai alas makan ini bukan hanya masalah tradisi, estetika atau bahkan sekadar hiasan saja. Ternyata, makan menggunakan daun pisang memiliki banyak manfaat. Dilansir dari Health Me Up, makan dengan alas daun pisang juga memiliki aneka manfaat.

1. Sehat

Daun pisang mengandung banyak senyawa nabati yang disebut polifenol, yaitu epigallocatechin gallate atau EGCG, yang ternyata juga terkandung dalam teh hijau. Polifenol merupakan antioksidan alami yang bisa melawan radikal bebas dan mencegah timbulnya penyakit.

Makanan yang disajikan di atasnya akan menyerap polifenol yang terkandung di daunnya sehingga tanpa memakannya pun Anda bisa mendapatkan manfaat dan nutrisinya. Daun pisang pun dipercaya mempunyai senyawa anti bakteri yang dapat membunuh semua kuman dan bakteri pada makanan. Hal inilah yang dapat mengurangi risiko Anda terserang penyakit.

2. Lebih lezat

Daun pisang mempunya sejenis lapisan lilin alami yang tidak kentara. Lapisan ini akan cita rasa yang berbeda. Ketika makanan panas diletakkan di atasnya, lapisan lilin tersebut akan meleleh dan menambahkan cita rasa pada makanan sehingga rasanya jadi lebih enak.

3. Ramah lingkungan

Sayangnya, saat ini banyak orang atau pedagang yang lebih memilih menggunakan piring plastik atau wadah sterofoam untuk menggantikan piring biasa. Padahal daun pisang merupakan pilihan yang lebih ramah lingkungan. Daun pisang lebih mudah terurai dalam waktu singkat dibandingkan plastik yang bahkan membutuhkan ratusan tahun untuk hancur seutuhnya.

4. Bersih

Daun pisang tidak perlu dibersihkan dengan menggunakan sabun. Anda cukup menggunakan sedikit air untuk membersihkannya kemudian mengelapnya. Hal ini tentunya jadi lebih higienis ketimbang makan dengan menggunakan piring yang belum tentu dicuci bersih di sebuah rumah makan.

Pada umumnya piring dibersihkan dengan menggunakan air dan sabun. Bahan kimia yang tersisa dari sabun dapat mengontaminasi makanan Anda. Daun pisang hanya perlu dibersihkan dengan sedikit air dan tak perlu menggunakan sabun sehingga makanan Anda bebas kontaminasi bahan kimia.

5. Praktis

Ukurannya yang cukup besar membuat daun pisang mampu menampung banyak makanan yang biasanya terdiri dari komponen-komponen yang berbeda. Daunnya pun anti air akibat kandungan lilin yang melapisinya. Hasilnya, daun pisang pun bisa digunakan untuk mengonsumsi makanan berkuah tanpa harus membuat daunnya basah atau lembap dan berantakan ke mana-mana. (chs/mer)