Janin dari Ibu Perokok Menutup Wajah di Rahim

Windratie, CNN Indonesia | Kamis, 26/03/2015 11:30 WIB
Janin dari Ibu Perokok Menutup Wajah di Rahim Hasil USG 4 dimensi pada ibu perokok menutup wajah di rahim. (CNN Indonesia internet/ Durham University)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bahaya merokok sudah sejak lama disebarluaskan. Sebuah penelitian kembali menguatkan tentang bahaya merokok. Kali ini, bahaya rokok ditelusuri pada para ibu hamil.

Penelitian terbaru melaporkan efek berbahaya dari merokok saat hamil. Studi menggunakan pemindaian ultrasonografi 4 dimensi yang mendeteksi gerakan kecil janin dalam kandungan.

Dengan memonitor bayi yang tumbuh, para ilmuwan ini percaya mereka dapat menandai potensi masalah, yakni dengan memeriksa gerakan janin dalam rahim. Harapannya, penelitian ini bisa mendorong para ibu menghentikan kebiasaan merokok saat hamil.


Nadja Reissland mempelajari USG 4 dimensi bergerak pada 20 ibu hamil. Empat di antaranya adalah perokok. Reissland merekam ribuan gerakan kecil saat janin tumbuh pada usia kehamilan 24, 28, 32, 36 minggu.

Penelitian yang dilakukan di James Cook University Hospital di Meddlesbrough menemukan, bayi dalam rahim empat ibu perokok menyentuh wajah lebih sering. Fetus biasanya menggerakkan mulut dan menyentuh diri saat mereka berkembang, dan ada peningkatan kontrol atas tubuh mereka. Namun, saat usia janin semakin tua terjadi penurunan gerakan.
 
Hasil penelitian Reissland menunjukkan, ibu yang merokok dapat membuat perkembangan sistem saraf pusat bayi tertunda. “Studi yang lebih besar diperlukan untuk mengonfirmasi hasil ini, serta menyelidiki efek tertentu, termasuk interaksi antara stres pada ibu dan merokok,” kata Reissland, seperti dilansir dari USA Today.

“Perilaku janin yang normal adalah gerakan yang sedikit. Tetapi gambar menunjukkan bahwa janin pada ibu perokok kurang matang dalam perilaku mereka.”

Kendati jumlah perempuan hamil yang merokok turun pada jumlah terendah menurut survei tahun lalu,  tetapi sebanyak 12 persen ibu hamil tetap merokok. Angkanya bervariasi di seluruh negara. Pada kurun 2013 sampai 2014, sebanyak 28 persen ibu hamil di wilayah NHS Blackpool merokok. Sementara, di pusat kota London hanya dua persen ibu hamil merokok.

Penelitian menemukan, ibu hamil yang merokok berisiko merusak hati bayi mereka yang belum lahir, serta, meningkatkan risiko kelahiran prematur dan keguguran.

Penelitian percobaan dilakukan oleh Universitas Durham dan Lancaster, diterbitkan dalam jurnal medis Acta Paediatrica. Reissland, dokter khusus perkembangan janin, menyerukan agar perempuan dibantu berhenti merokok, bukan malah mengutuk para ibu yang merokok.

(win/mer)