Ribuan Anak Overdosis Akibat Pemberian Obat dengan Sendok

Windratie, CNN Indonesia | Selasa, 31/03/2015 13:49 WIB
Ribuan Anak Overdosis Akibat Pemberian Obat dengan Sendok Ilustrasi anak minum obat. (SvitlanaMartyn/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Obat cair anak seharusnya diukur menggunakan cangkir atau alat suntik berlabel mililiter (ml), bukan sendok. Cara ini bisa mencegah terjadinya overdosis, kata sejumlah dokter anak di Amerika Serikat. 

Mereka memperingatkan, ada puluhan ribu anak yang berakhir di ruang gawat darurat setelah mengalami overdosis tak sengaja setiap tahunnya di AS. Penyebabnya seringkali karena wadah berlabel milimeter yang buruk atau pemakaian obat yang tidak jelas.

Orang tua cenderung menggunakan sendok dapur untuk mengukur obat anak-anak mereka. Akibatnya, terjadi kesalahan dosis. Sebaliknya, cangkir atau alat suntik yang disediakan bersama obat  seharusnya berlabel dalam satuan metrik seperti mililiter.


Ukurannya pun tidak boleh lebih besar dari dosis maksimum, kata dokter. Idealnya, obat harus diberikan dengan alat suntik yang memiliki pengukur cairan. Ini merupakan cara paling akurat untuk mengukur cairan, kata mereka menambahkan.

Ian Paul, dokter anak sekaligus penulis tentang pedoman metrik dosis baru dari American Academy of Pediatrics berkata, “Meskipun kita tahu satuan metrik lebih aman dan lebih akurat, terlalu banyak penyedia layanan kesehatan yang masih menulis resep menggunakan dasar sendok dosis.”

“Beberapa orang tua menggunakan sendok rumah tangga untuk memberikan obat, yang dapat menyebabkan kesalahan berbahaya.

Sebagai contoh, secara tidak sengaja menggunakan sendok, bukan sendok teh, akan tiga kali lipat menambah dosis. Untuk menghindari kesalahan pemberian obat dengan sendok dapur, Ian mendesak agar obat cair yang diminum lewat mulut harus diberikan dengan takaran mililiter.

Produsen obat harus menghilangkan pemberian tanda, petunjuk, dan perangkat dosis dengan unit non-metrik, kata panduan tersebut. Robert Poole, direktur farmasi di Rumah Sakit Anak Lucile Packard mengatakan, obat cair anak harus diberikan memakai jarum suntik untuk dosis paling akurat.

Orang tua bisa menempatkan jarum suntik di sisi mulut anak dan melepaskan obat perlahan-lahan, katanya.

Anak-anak yang menderita sakit agak serius, pulang ke rumah sakit dengan berbagai obat-obatan. Anak-anak ini lebih rentan terhadap kesalahan orang tua untuk memberikan dosis yang tepat. Kekhawatiran muncul, overdosis acetaminophen yang dipasarkan sebagai Tylenol bisa menyebabkan gagal hati.

Memberikan berbagai obat non-resep pada saat yang sama kepada anak juga berbahaya. Karena, mereka mungkin tidak sengaja mendapatkan lebih dari satu obat dengan bahan sama yang menyebabkan overdosis.


(win/utw)