Ibu Bekerja Tak Perlu Merasa Bersalah Meninggalkan Anak

Windratie, CNN Indonesia | Selasa, 31/03/2015 11:06 WIB
Ibu Bekerja Tak Perlu Merasa Bersalah Meninggalkan Anak Menurut penelitian sedikitnya waktu yang dihabiskan orang tua dengan anak-anak mereka yang berusia antara tiga sampai sebelas tahun tidak ada hubungannya dengan perubahan anak dan efek minimal pada remaja. (Getty Images/ Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Apakah sebagai orang tua, terutama ibu, Anda sudah menghabiskan cukup waktu bersama anak-anak?

Dilansir dari laman Washington Post, kendati orang tua di Amerika Serikat lebih sering bersama anak-anak mereka daripada orang tua di negara lain, banyak dari mereka merasa bersalah karena kurangnya waktu bersama anak-anak.

Ada asumsi budaya yang meluas, waktu yang dihabiskan orang tua, terutama ibu, kepada anak adalah kunci memastikan masa depan anak yang cerah. Kini, terobosan penelitian terbaru menemukan bahwa pandangan konvensional tersebut tidak terjadi sama sekali.


Bahkan, sedikitnya waktu yang dihabiskan orang tua dengan anak-anak mereka yang berusia antara tiga sampai sebelas tahun tidak ada hubungannya dengan perubahan anak dan efek minimal pada remaja.

Penelitian yang diterbitkan pada Journal of Marriage and Family tersebut termasuk temuan prestasi akademik, perilaku, dan kesejahteraan emosional anak-anak.

“Saya bisa menunjukkan dua puluh grafik, sembilan belas di antaranya menunjukkan tidak ada hubungan antara kuantitas waktu orang tua dan pengaruhnya pada anak,” kata Melissa Milkie, sosiolog di Universitas Toronto.

Bahkan, studi itu menemukan bahwa waktu bersama orang tua sangat berbahaya bagi anak-anak. Saat itu, orang tua khususnya ibu merasakan stres, kurang tidur, bersalah, dan cemas.

“Stres pada ibu, terutama ketika ibu stres karena urusan pekerjaan dan mencoba memenuhi waktu bersama anak-anak, sebetulnya bisa berpengaruh buruk pada anak-anak mereka,” kata rekan penulis Kei Nomaguchi, sosiolog di Universitas Bowling Green State.

Penelitian ini tidak bermaksud mengatakan bahwa waktu orang tua tidak penting. Banyak juga penelitian tentang hubungan antara waktu berkualitas orang tua, seperti membaca untuk anak, berbagi makanan, berbicara dengan mereka, atau terlibat dengan mereka satu-satu, menunjukkan efek positif bagi anak.

Hal yang sama berlaku untuk kualitas waktu dengan kehangatan, kepekaan orang tua terhadap anak-anak. Hanya saja, jumlah waktu tidak muncul sebagai masalah.  “Dalam dunia yang ideal, penelitian ini akan meringankan rasa bersalah orang tua tentang jumlah waktu yang mereka habiskan dengan anak,” kata Milkie.

Amy Hsin, sosiolog di Queens College, menemukan bahwa orang tua yang menghabiskan sebagian besar waktu mereka dengan anak-anak di bawah enam tahun dengan menonton televisi atau tidak melakukan apa-apa dapat memberikan efek merugikan pada anak.

American Academy of Pediatrics menekankan, anak-anak juga perlu waktu terstruktur untuk diri mereka sendiri tanpa keterlibatan orang tua agar dapat membangun sosial dan kognitif mereka.


(win/utw)