Hati-hati, Beredar ASI Kemasan Oplos Bercampur Susu Sapi

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Senin, 06/04/2015 16:09 WIB
Hati-hati, Beredar ASI Kemasan Oplos Bercampur Susu Sapi Ilustrasi (REUTERS/Steve Marcus )
Jakarta, CNN Indonesia -- Di era pasar online saat ini, ada banyak benda unik sampai aneh yang diperjualbelikan. Salah satunya adalah ASI atau air susu ibu. ASI diperjualbelikan sebenarnya hanya bertujuan untuk membantu ibu lain yang mengalami kesulitan menyusui.

Namun, tujuan mulia terkadang bisa menjadi pisau bermata dua. Tujuan yang awalnya banyak menghasilkan keuntungan ternyata membuka peluang kecurangan. Semuanya dilakukan demi mendapat untung berlipat ganda. Parahnya pelaku ini tidak memikirkan akibat buruk dari perbuatannya.

ASI yang banyak diperjualbelikan secara online ternyata dicampur dengan susu sapi. Lebih dari 1 dari 10 sampel yang diuji ternyata mengandung susu sapi. Apa bahayanya ASI yang dicampur dengan susu sapi?


Dokter mengatakan bahwa kontaminasi susu sapi dalam ASI akan membahayakan bayi, khususnya yang memiliki intoleransi susu dan prematur. Semua sampel ASI kemasan ini dideteksi mengandung banyak DNA sapi sebanyak 10 persen. Susu sapi ini dicampur sesaat sebelum pengiriman.

"Awalnya tingkat susu sapi yang cukup ini tinggi dianggap hanya sebuah kecelakaan," kata Sarah Keim, peneliti utama di Center for Biobehavioral Health at the Research Institute, Nationwide Children's Hospital, dilansir dari NBC News.

"Ketika orang menjual ASI mereka secara online, mereka mungkin memiliki insentif finansial dari susunya dengan menggunakan susu sapi atau susu formula. Ini akan menambah jumlah volumenya dan menghasilkan lebih banyak uang. Ini benar-benar terlihat seperti penipuan," kata Keim.

Empat dari 102 sampel yang diperiksa juga berisi cotinine, sebuah senyawa kimia yang ada dalam tubuh perokok aktif. Padahal dua dari empat perempuan yang menjual ASI di internet mengaku kalau mereka bukan perokok.

Tes sebelumnya terhadap 102 sampel yang sama ternyata juga ditemukan bakteri, termasuk E.coli, staphylococccus dan streptokokus.

Namun yang paling dikhawatirkan dokter adalah ASI yang bercampur susu sapi. Bayi yang minum susu ASI tercemar susu sapi akan membuat tubuh bayi bereaksi buruk terhadap antigen asing. Studi sebelumnya menemukan bahwa hal ini akan mengubah mikrobiome usus. "Hal ini akan menyebabkan perubahan pengembangan sistem kekebalan tubuh bayi dan kemampuan untuk memproses makanan.

Bahkan, jika susu ini diminum oleh bayi yang memiliki alergi atau sensitivitas maka akan menyebabkan hasil yang sangat menakutkan, salah satunya necrotizing enterocolitis. Menurut National Institutes of Health mengungkapkan bahwa satu dari empat bayi yang mengalami necrotizing enterocolitis berisiko kematian.

Kasus ini ditemukan di Amerika, namun bukan berarti kalau di Indonesia tidak ada kasus seperti ini. Berhati-hatilah.


(chs/mer)