Sisca Soewitomo Belasan Tahun Jadi Bintang 'Adegan Panas'

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Selasa, 07/04/2015 12:02 WIB
Sisca Soewitomo Belasan Tahun Jadi Bintang 'Adegan Panas' Sisca Soewitomo mengaku belasan tahun jadi bintang adegan panas (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi Anda yang sudah melewati periode tahun 1990-an pasti tak asing lagi dengan Sisca Soewitomo. Pakar boga yang satu ini tak pernah absen hadir di layar kaca saat akhir pekan.

Bukan hanya orang dewasa atau ibu-ibu yang menunggu penampilan Sisca di layar kaca. Anak-anak pun menyukainya. Bagaimana tidak, acara yang dibawakannya adalah acara memasak.

Setiap pagi di akhir pekan, Sisca selalu tampil dengan menu-manu baru nan lezat yang bisa menggugah selera semua mata yang menyaksikannya. Resep yang disajikan pun mudah ditiru untuk dilakukan sendiri di rumah. Maka tak heran penggemar acara ini selalu menanti kehadirannya.


Masa itu, bisa dibilang adalah salah satu masa keemasan Sisca. Tak perlu pandai berakting atau bernyanyi, dengan pandai memasak ia pun bisa menjadi bintang di layar kaya. Bintang adegan panas, menurutnya.

"Saya itu bintang adegan panas," kata Sisca saat ditemui di kawasan Bekasi, Jawa Barat. "Dari tahun 1997 sampai 2008 masak di TV bagaimana enggak panas, partnernya kompor," ujarnya melanjutkan.

Dulu, acara masak-memasak di TV memang belum sebanyak sekarang. Bahkan bisa dibilang acara memasak yang dipandu Sisca, merupakan salah satu pelopor acara memasak. Lebih jauh lagi, pelopor kemajuan dunia kuliner Indonesia. Apalagi menu yang ditawarkan Sisca selalu menu nusantara.

Ketertarikan Sisca terhadap menu khas nusantara memang begitu besar. Melalui keahlian memasaknya, ia ingin menunjukkan pada dunia kalau makanan Indonesia layak disajikan di kancah internasional.

"Kita harus menduniakan sajian Indonesia. Belajar dari kesuksesan Jepang, Korea, mereka covering all over the world kenapa kita tidak," kata perempuan yang hobi mendengarkan musik itu.

Meski kini Sisca sudah jarang muncul di layar kaca memandu acara memasak, tapi perannya di dunia kuliner Indonesia masih terus berjalan. Kesibukannya kini adalah menjadi guru memasak bagi para koki hampir di seluruh Indonesia.

Muridnya pun tak terhitung lagi. Bahkan, para chef di jajaran atas seperti Rudy Choiruddin, Chef Tatang, Deddy Rustandi, dan Haryanto Makmoer pernah mengenyam pendidikan di bawah bimbingan Sisca.

Tak tanggung-tanggung, Sisca sudah mengajar di almamaternya, jurusan Perhotelan di Trisakti selama 18 tahun. Belum lagi pengalamannya mengajar di Universitas Pelita Harapan maupun restoran-restoran atau hotel lainnya untuk mencetak chef yang berkualitas.

Tak hanya berbagi ilmu lewat mengajar, Sisca pun aktif menulis berbagai buku resep. Sampai saat ini terhitung 124 buku yang sudah ia publikasikan. Banyak di antaranya pula yang merupakan best seller.

Dengan keahlian dan keterampilan memasak yang dimiliki Sisca, dirinya enggan disebut sebagai chef. Tak seperti kebanyakan juru masak saat ini yang selalu dipanggil dengan sebutan chef. Ia hanya ingin disebut sebagai pesohor boga.

"Saya adalah guru. Itu bedanya. Makanya saya bilang saya pesohor boga," ujarnya. "Kalau chef saya harus bagian produksi. Memang pernah (di produksi) tapi di pabrik, lain itu," kata perempuan yang menyukai tempe itu.


(mer/mer)