Pesan Sisca Soewitomo untuk Para Calon Chef

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Selasa, 07/04/2015 15:19 WIB
Pesan Sisca Soewitomo untuk Para Calon Chef Sisca Soewitomo berpesan agar para calon chef sekolah dengan baik (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dulu profesi sebagai juru masak atau yang kini disebut chef belum banyak diminati. Hanya orang-orang tertentu saja yang mau menekuninya sebagai profesi.

Tapi, kini semakin menjamurnya acara masak memasak di televisi, belum lagi adaptasi penyelenggaraan kontes memasak dari luar negeri, membuat keinginan untuk menjadi chef banyak bermunculan. Anak zaman sekarang saja ketika ditanya perihal cita-cita, ada yang menjawab mau menjadi chef.

Coba ingat lagi saat Anda kecil. Ketika anak-anak atau bahkan Anda sendiri ditanya ingin menjadi apa ketika dewasa, jawabannya pasti menjadi dokter. Atau paling tidak insinyur dan polisi.


Bisa dibayangkan betapa hebatnya perkembangan dunia kuliner saat ini, bukan?

Hal ini pun ternyata turut disadari oleh pesohor boga Indonesia, Sisca Soewitomo. Menggeluti profesi sebagai guru memasak, Sisca pun menyadari semakin bertambahnya murid di bidang tata boganya.

"Perkembangan siswa semakin banyak," kata Sisca saat ditemui di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Ia pun mengakui acara di televisi turut mengambil andil besar dalam fenomena ini. "Jadi chef sekarang bergengsi. Siapa yang enggak mau?" ujarnya.

Ia berujar, jika Anda sudah sukses meniti karier dan berhasil menjadi Executive Chef maupun Chef de Cuisine, insentifnya pun cukup besar. "Chef itu gajinya sama dengan General Manager-nya. Tapi, dia bertanggung jawab pada makanan," kata Sisca.

"Jadi chef itu menjanjikan. Enak kok. Yang jelas makan, kenyang," ujarnya menambahkan.

Namun, untuk menjadi seorang chef yang andal, Sisca mengatakan dibutuhkan pendidikan yang menunjang. Baginya, hobi ataupun keterampilan memasak tidaklah cukup untuk mencapai titik puncak.

"Seorang chef itu harus punya latar belakang sekolahan yang benar. Mengerti tentang makanan, proses membuat, bisa menghitung harga, itu saja secara simpelnya," kata Sisca menjelaskan.

Dengan memiliki latar belakang pendidikan yang baik, seorang bisa mendapatkan pengetahuan yang mendalam tentang makanan ataupun cara mengolahnya. Modal inilah yang bisa dijadikan untuk mencapai kesuksesan sebagai chef. "Pendidikan itu penting kalau kamu mau jadi yang pintar, orang nomor satu," kata Sisca.

Baginya, bakat hanyalah sebuah penunjang dan tidak serta merta menjadi hal yang utama. "Bakat itu menunjang sebagai pirantimu memudahkan semuanya agar tidak perlu lagi kamu berpikir," ujar perempuan 66 tahun itu.

Jika seseorang mau belajar menjadi seorang chef ia harus mempunyai niat dan keinginan yang kuat. Agar saat menjalani dan meniti karier tidak mudah goyah karena menjadi seprang chef tidaklah mudah. "Belajar tuh niat, senang, maka akan bagus," kata Sisca.

Untuk Anda yang ingin menggeluti profesi sebagai chef, Sisca memiliki satu pesan. "Mau jadi chef, sekolah saja yang benar, belajar saja yang benar," katanya. "Cari pengalaman yang banyak ke sana kemari untuk belajar. Itu bisa menunjang jadi nomor satu."


(mer/mer)