Tips Masak Kuliner Indonesia Tanpa Ribet ala Sisca Soewitomo
Tri Wahyuni | CNN Indonesia
Kamis, 09 Apr 2015 13:52 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kuliner Indonesia terkenal dengan jenisnya yang beragam, rasanya yang kuat. Tapi, untuk mendapatkan rasa yang nikmat dari makanan Indonesia, konon dibutuhkan keuletan karena cara pengolahan yang tak mudah dan waktu yang tak sebentar untuk membuatnya.
Hal ini mengakibatkan banyak masyarakat Indonesia lebih gemar memasak makanan barat yang terkenal praktis dalam membuatnya. Apalagi banyak bahan-bahan masakan barat yang instan dijual di pasaran.
"Misi saya adalah membuat sajian Indonesia mudah dibuat," kata Sisca saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Sisca menuturkan, masakan Indonesia yang terkenal keberagamannya, sebenarnya hanya terdiri dari tiga bumbu utama. "Kalau diamati dengan detail, cuma ada bumbu merah, putih, dan kuning," ujar Sisca menjelaskan.
"Itu saja divariasi macam-macam. Bisa berkuah, santan atau ditumis," katanya menambahkan.
Misalnya saja bumbu putih. Sisca menjelaskan, Anda tinggal menghaluskan bawang merah, bawang putih, dan kemiri. "Supaya beraroma kasih ketumbar," kata Sisca.
Untuk membuat bumbu kuning, Anda hanya tinggal menambahkan kunyit. "Bumbu yang putih tambah kunyit jadi bumbu kuning. Udah, kamu mau masak gulai apa juga bisa."
Sedangkan untuk bumbu merah, Anda tinggal menghaluskan cabai merah, bawang merah, dan bawang putih. "Kalau mau harum tambah terasi. Jadi sambal buat sayur asam," ujar perempuan berumur 66 tahun itu.
Menurut Sisca, membuat bumbu sendiri di rumah bisa menumbuhkan kebanggaan. Apalagi dengan membuat dan menggunakan bumbu khas Indonesia merupakan sebuah bentuk pelestari kuliner bangsa.
"Datangnya orang Portugis, datangnya orang Belanda mencari bumbu-bumbu ini lho. Mereka mencari untuk menghangatkan badan, sementara kita kan sudah punya bumbu ini semua," kata Sisca.
Lebih jauh lagi, Sisca pun memberitahukan bukti lain bahwa masakan Indonesia yang beragam sebenarnya begitu sederhana.
Ia bercerita, rawon bisa berubah menjadi brongkos dengan sedikit sentuhan. "Rawon mau jadi brongkos tinggal tambahin santan," ujarnya.
Begitu pun garang asam. Penganan khas Tanah Jawa itu kata Sisca sebenarnya bisa dibuat dari opor ayam. "Opor tambahin asam, dibungkus daun pisang, lalu dikukus."
"Apalagi? Gulai kambing mau jadi tongseng tinggal tambahin bumbu kari. Sudah jadi," kata Sisca menjelaskan.
(mer/mer)
Hal ini mengakibatkan banyak masyarakat Indonesia lebih gemar memasak makanan barat yang terkenal praktis dalam membuatnya. Apalagi banyak bahan-bahan masakan barat yang instan dijual di pasaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sisca menuturkan, masakan Indonesia yang terkenal keberagamannya, sebenarnya hanya terdiri dari tiga bumbu utama. "Kalau diamati dengan detail, cuma ada bumbu merah, putih, dan kuning," ujar Sisca menjelaskan.
"Itu saja divariasi macam-macam. Bisa berkuah, santan atau ditumis," katanya menambahkan.
Misalnya saja bumbu putih. Sisca menjelaskan, Anda tinggal menghaluskan bawang merah, bawang putih, dan kemiri. "Supaya beraroma kasih ketumbar," kata Sisca.
Untuk membuat bumbu kuning, Anda hanya tinggal menambahkan kunyit. "Bumbu yang putih tambah kunyit jadi bumbu kuning. Udah, kamu mau masak gulai apa juga bisa."
Sedangkan untuk bumbu merah, Anda tinggal menghaluskan cabai merah, bawang merah, dan bawang putih. "Kalau mau harum tambah terasi. Jadi sambal buat sayur asam," ujar perempuan berumur 66 tahun itu.
Menurut Sisca, membuat bumbu sendiri di rumah bisa menumbuhkan kebanggaan. Apalagi dengan membuat dan menggunakan bumbu khas Indonesia merupakan sebuah bentuk pelestari kuliner bangsa.
"Datangnya orang Portugis, datangnya orang Belanda mencari bumbu-bumbu ini lho. Mereka mencari untuk menghangatkan badan, sementara kita kan sudah punya bumbu ini semua," kata Sisca.
Lebih jauh lagi, Sisca pun memberitahukan bukti lain bahwa masakan Indonesia yang beragam sebenarnya begitu sederhana.
Ia bercerita, rawon bisa berubah menjadi brongkos dengan sedikit sentuhan. "Rawon mau jadi brongkos tinggal tambahin santan," ujarnya.
Begitu pun garang asam. Penganan khas Tanah Jawa itu kata Sisca sebenarnya bisa dibuat dari opor ayam. "Opor tambahin asam, dibungkus daun pisang, lalu dikukus."
"Apalagi? Gulai kambing mau jadi tongseng tinggal tambahin bumbu kari. Sudah jadi," kata Sisca menjelaskan.
(mer/mer)