Veneer merupakan teknik mengubah bentuk dan warna gigi yang tadinya terlihat tak sempurna menjadi terlihat lebih menawan. Caranya dengan menempelkan bahan restoratif yang terbuat dari komposit atau porselen pada permukaan gigi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lapisan email gigi yang terkikis membuat lapisan dentin terekspos. Inilah yang menyebabkan gigi Anda sensitif. "Lapisan dentin berbatasan langsung dengan saraf gigi. Ketika dentin terkena rangsang akan melanjutkan langsung ke saraf. Makanya gigi bisa ngilu," kata laki-laki yang akrab di sapa dokter Eki itu.
Lebih parahnya, ada saja orang yang selalu kurang puas dengan hasil bleaching. Akibatnya ia pun melakukan bleaching berulang-ulang. Tanpa sadar ia sedang merusak giginya.
"Kalau email makin terkikis, makin ngilu. Itu kalau bleaching-nya berlebihan. Kalau sekali saja atau takarannya pas, ngilu bisa diatasi pakai pasta gigi," ujar dokter Eki menjelaskan.
Sebenarnya, warna gigi yang diberikan Tuhan pada setiap manusia sudah dipertimbangkan sedemikian rupa. Menurut dokter Eki, warna gigi asli seseorang sudah sesuai dengan warna kulit.
"Gigi itu punya pigmentasi. Warnanya menyesuaikan kulit secara fisiologis. Makanya setiap orang warna giginya berbeda," katanya.
Namun, seiring berjalannya waktu, warna gigi pun lama-kelamaan berubah. Hal ini bisa disebabkan oleh konsumsi makanan dan minuman tertentu. "Makan berwarna seperti kopi, fanta, jeruk, bisa memengaruhi email," ujar dokter Eki.
(mer/mer)