Kebanyakan, maskapai penerbangan akan mengizinkan penumpang check in dengan bagasi seberat 20 dan 25 kilogram, meskipun berat tersebut bisa turun jadi 15 kilogram pada operator tertentu seperti Ryanair.
Memotong beberapa kilogram turun adalah mudah dengan sedikit akal sehat, dan perencanaan lanjutan. Berikut adalah trik mengakali benda-benda yang bisa membuat Anda berhemat koper saat liburan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pakaian dalam
Ilustrasi pakaian dalam perempuan. (Getty Images/ Thinkstock/moodboard)
Menurut para wisatawan berpengalaman, para lelaki ternyata punya pemikiran lebih tepat ketimbang perempuan. Berhemat ruangan di koper dengan hanya mengemas tiga pasang celana. Tiga adalah jumlah pasang pakaian dalam yang dibutuhkan.
Satu pasang pakaian dalam yang dipakai, satu pasang yang baru saja dicuci, dan lainnya pakaian dalam yang kering. Pastikan pakaian dalam Anda terotasi secara baik.
Pengisi daya dan kabel
Ilustrasi charger handphone. (stokpic/Pixabay)
Gunakan satu adaptor saja, yaitu dengan memakai multiadaptor. Gunakan baterai isi ulang jika Anda membawa banyak barang-barang yang dioperasikan dengan baterai seperti senter, kamera, atau alat pemutar mp3.
Terakhir, pilih multiadaptor dengan soket satu ukuran yang cocok untuk semua. Anda bisa menggunakan salah satu yang sama di seluruh dunia.
Peralatan mandi
Ilustrasi pasta gigi. (CNN Indonesia internet/ Mauren Veras/Flickr)
Supermarket kebutuhan rumah tangga juga menyediakan wadah kecil, botol pompa dan semprot, yang produk bisa dituangkan ke dalamnya. Pastikan, Anda tidak membawa kebutuhan mandi dalam botol besar bersama Anda.
Biasanya, krim tabir surya harganya selalu lebih murah di luar negeri daripada di gerai lokal. Jadi, jangan dulu dibeli, pikirkan bagaimana produk tersebut dapat dua kali lipat harganya. Jangan lupa memakai perlengkapan di hotel juga.
Buku panduan
Ilustrasi turis. (Gettyimages)
Akan lebih bermanfaat jika Anda bertanya kepada penduduk setempat, dan menemukan permata tersembunyi yang terpencil. Buku panduan seringkali sudah ketinggalan zaman. Lagi pula jaringan jaringan wifi sudah ada di mana-mana, dan jika Anda di hotel, resepsionis selalu siap membantu.
Beberapa aplikasi panduan wisata, seperti Lonely Planet, juga memiliki fungsi offline. Artinya, Anda bisa mengunggah informasi saat ada jaringan wifi, tetapi masih dapat melihat referensi saat berada di luar, tanpa akses internet. Demikian halnya dengan google maps, juga punya fungsi yang sama.