Orang Berhidung Bengkok Memiliki Kelainan Kerangka Wajah

Windratie, CNN Indonesia | Senin, 11/05/2015 16:24 WIB
Orang Berhidung Bengkok Memiliki Kelainan Kerangka Wajah banyak orang yang memiliki hidung bengkok tidak menyadari bahwa wajah mereka asimetri. (Getty Images/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Orang-orang dengan hidung bengkok lebih mungkin memiliki wajah yang kedua sisinya tidak cocok, ungkap sebuah penelitian terbaru di Korea Selatan.

Lebih dari setengah dari orang-orang dengan hidung bengkok yang diteliti para ilmuwan memiliki asimetri wajah, dibandingkan dengan sekitar sepertiga dari orang tanpa hidung menyimpang.

“Banyak pasien yang berpikir mereka memiliki hidung bengkok sebetulnya memiliki kombinasi asimetri wajah,” kata Yong Ju Jang, penulis senior penelitian dari Universitas of Ulsan College of Medicine di Seoul.


Ini berarti bahwa hidung 'melenceng' bukan masalah hidung sederhana dalam banyak kasus, tetapi masalah kompleks yang berkaitan dengan kelainan kerangka wajah, kata Jang seperti dilansir dari laman Reuters.

Jang dan rekannya Jong Sook Yi, dalam jurnal JAMA Facial Plastic Surgery, menulis bahwa rhinoplasty menjadi salah satu operasi plastik wajah yang paling umum.

Para peneliti mengatakan, banyak orang yang memiliki hidung bengkok tidak menyadari bahwa wajah mereka asimetri. Seringkali, orang-orang tersebut berakhir tidak bahagia dengan hasil operasi hidung mereka.

Jika dokter dan pasien tidak memberikan perhatian yang tepat untuk asimetri wajah, Jang mengatakan, mereka seringkali berakhir dengan ketidakpuasaan karena kesulitan membuat hidung terlihat lurus pada pasien dengan asimetri wajah.

Studi sebelumnya menyebut, orang dengan hidung bengkong lebih mungkin mempunyai asimetri wajah dan fitur asimetris yang lebih parah. Para peneliti mencatat, hidung menyimpang cenderung melengkung ke sisi yang lebih kecil wajah asimetris.

Itu mungkin karena hidung dibentuk bersama dengan sisi wajah selama perkembangan embrio.

Orang dengan hidung lurus sempurna hampir mustahil, katanya menambahkan. Jang menyarankan, orang-orang yang menjalani operasi hidung menyimpang untuk memeriksa wajah mereka dengan hati-hati, agar bisa ditentukan apakah mereka memiliki asimetri wajah yang mendasari.


(win/mer)