Batu Empedu Dapat Diatasi Lewat Bedah Robotik

Nadi Tirta Pradesha, CNN Indonesia | Jumat, 08/05/2015 19:17 WIB
Batu Empedu Dapat Diatasi Lewat Bedah Robotik Penyakit batu empedu dapat mengganggu kualitas hidup seseorang (Thinkstock/Ana Blazic)
Jakarta, CNN Indonesia -- Empedu esensial fungsinya di dalam tubuh manusia. Fungsi cairan empedu salah satunya yaitu untuk merangsang gerakan meremas makanan di dalam usus manusia. Cairan empedu ini dihasilkan oleh organ hati.

Salah satu penyakit yang memengaruhi kerja empedu di dalam tubuh adalah batu empedu.

"Batu empedu adalah problem nutrisi, pasien akan mengalami nyeri perut. Itu akan menyebabkan mual dan muntah, tentu saja mengganggu kualitas hidup. Porsi makannya juga berkurang. Kemudian asupan makanan via oral tidak adekuat (memadai)," kata Erik Rohmando Purba, dokter spesialis penyakit dalam pada acara 'Solusi Jitu Gangguan Sistem Empedu' di RSU Bunda Jakarta, Menteng, Jumat (8/5).


Erik menjelaskan, batu empedu adalah gabungan beberapa unsur yang membentuk material mirip batu. Material ini terbentuk di saluran atau kandung empedu.

"Etiologinya (asal muasal batu empedu), adalah gangguan metabolisme yang disebabkan karena gangguan susunan terhadap empedu,  biasanya dia lebih pekat. Stasis, jadi aliran empedunya menjadi lambat.” ujar dr. Erik menjabarkan.

“Tentu saja kalau alirannya lambat jadi tambah pekat. Kalau sudah pekat bisa timbul batu dan infeksi. infeksi kandung empedu ini, memudahkan timbulnya batu juga."

Ada hal lain yang juga menyebabkan batu empedu timbul. Pemberian makanan lewat darah juga bisa memicu munculnya batu karena fungsi produksi empedu untuk menyerap lemak tidak berjalan. Hal ini disebabkan oleh pemberian makanan lewat darah tersebut.

Erik juga menjabarkan tindakan radiologi apa yang dapat diambil jika pasien ragu. Menurut Erik,  untuk radiologi, yang terbaik adalah MRCP, yakni MRI (magnetic resonace imaging) di daerah empedu.  

“Batu empedu (saat) di USG terlihat acoustic shadow-nya, semacam bayangan gelap di belakangnya. Jika ada bayangan berarti ada suatu benda," ucap Erik.

Penanganan penyakit

Untuk penanganan penyakit ini, Erik menyampaikan beberapa tindakan. Menurutnya diet pasien harus diatur, konsumsi obat, dan bedah robotik atau laparaskopi.

"Diet rendah lemak, lebih banyak asupan karbohidrat dan protein. Kemudian juga obat-obatan, walaupun tidak menjanjikan. Tapi kita masih coba untuk batu ukuran 0,5 sampai 1 sentimeter.”

Perlu diperhatikan, obat-obatan akan sangat sulit untuk mengikis batu empedu. Paling mungkin, obat mereduksi batu sekitar 50 persen. Harapannya, bila sudah mengecil bisa keluar dari saluran empedu secara alami, meskipun tetap ada juga risiko penyumbatan batu, kata Erik menjelaskan.

“Dari sumbatan itu bisa timbul infeksi. Itu biasanya kalau ada batu kita lebih ke tindakan intervensi," tukas dr. Erik.

Menurutnya prosedur terbaik untuk mengatasi batu empedu adalah bedah robotik atau laparaskopi.

Laparaskopi dilakukan untuk menghilangkan kantong empedu simptomatik. Operasinya sendiri hanya membutuhkan beberapa luka sayatan kecil untuk memasukkan perangkat operasi ke rongga perut pasien.

Setelah tak lagi memiliki kandung empedu, pasien bisa hidup normal walaupun lebih rentan terhadap masalah pencernaan, perlemakan hati, berisiko kekurangan asam lemak esensial dan nutrisi yang larut dalam lemak.

(win/win)