Osteoporosis Berisiko Tinggi Menyebabkan Tuli Mendadak

Windratie, CNN Indonesia | Rabu, 13/05/2015 08:33 WIB
Osteoporosis Berisiko Tinggi Menyebabkan Tuli Mendadak Orang-orang dengan osteoporosis memiliki risiko dua kali lebih mungkin mengembangkan gangguan pendengaran mendadak. (Getty Images/ Thinkstock/Maridav)
Jakarta, CNN Indonesia -- Orang-orang dengan osteoporosis memiliki risiko dua kali lebih mungkin mengembangkan gangguan pendengaran mendadak, dibandingkan orang-orang tanpa penyakit tulang, berdasarkan penelitian para ilmuwan di Taiwan.

Kehilangan pendengaran biasanya memengaruhi salah satu telinga dengan cepat. Kondisi ini diperkirakan menyerang sekitar satu dari setiap 5 ribu orang Amerika Setiap tahun.

Secara khusus, para peneliti mencari kasus gangguan pendengaran sensorineural yang terjadi tiba-tiba ini. Ini terjadi ketika telinga bagian dalam rusak, atau ketika ada kerusakan pada jalur saraf dari telinga ke otak.


Faktor-faktor risiko umum lainnya adalah, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, dan diabetes. Penelitian terbaru ini adalah studi pertama yang melihat faktor risiko osteoporosis pada pasien Asia, kata penulis penelitian.

“Dalam praktik klinis kami, banyak pasien osteoporosis di klinik rawat jalan, beberapa dari mereka mengeluhkan masalah pendengaran. Jadi, kami melakukan penelitian terkait hal tersebut,” kata  Kai-Jen Tien, peneliti senior studi tersebut, seperti dilansir laman Reuters.

“Menurut laporan sebelumnya, kelihatannya ada hubungan kausal, tetapi hubungan antar risiko dan kedua penyakit ini tidak jelas,” kata Tien, ahli endokrinologi di Chi Mei Medical Center di Tainan.

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism ini menganalisis data dari klaim asuransi kesehatan pada hampir semua penduduk Taiwan.

Mereka membandingkan sebanyak 10.660 orang, yang didiagnosis dengan osteoporosis antara 1998 dan 2008, sampai 31.980 pasien yang sama dipilih secara acak tapi tanpa osteoporosis.

Para peneliti mengikuti pasien sampai 2011, dan menemukan, 91 persen orang-orang dengan osteoporosis terdiagnosis tuli mendadak dibandingkan 155 pasien dari kelompok kontrol yang jauh lebih besar.

Hasil itu diterjemahkan sebagai tingkat tuli mendadak sekitar sepuluh dari 10 ribu orang per tahun dengan osteoporosis, dibandingkan sekitar enam per 10 ribu orang per tahun tanpa osteoporosis.

Selain itu, Tien mencatat, pasien dengan osteoporosis lebih berat memiliki risiko lebih tinggi mengalami tuli mendadak dibandingkan pasien dengan penyakit tulang ringan.


(win/utw)