Harga Obat Hirup Asma Kian Melambung karena Pelarangan CFC

Windratie, CNN Indonesia | Selasa, 12/05/2015 15:30 WIB
Harga Obat Hirup Asma Kian Melambung karena Pelarangan CFC Ilustrasi penderita asma. (Thinkstock/Remains)
Jakarta, CNN Indonesia -- Larangan chlorofluorocarbons (CFC) pada obat hirup asma telah membuat obat semakin mahal bagi penderita asma, di Amerika Serikat.

Larangan tersebut mengubah jenis obat hirup (inhaler) albuterol yang tersedia di AS. Sejak itu, biaya terus melambung tinggi sehingga membuat pemakaian inhaler menurun, berdasarkan penelitian terbaru.

Inhaler albuterol mencegah dan mengobati bengek, sesak napas, batuk, dan dan sesak dada karena asma atau penyakit paru obstuktif kronik.


Inhaler albuterol generik mengandung CFC yang dilarang sehingga digantikan dengan inhaler yang menggunakan hydrofluoroalkane (HFA) yang harganya lebih mahal. Chlorofluorocarbon menguras lapisan ozon, penggunaannya secara bertahap dihapuskan sejak 1987.

Namun, sampai 2005, badan administrasi makanan dan minuman AS (Food and Drug Administration/ FDA) mengatakan bahwa inhaler CFC adalah obat yang sangat penting, sehingga dibebaskan pemakaiannya.

FDA membalik keputusan itu pada 2005, dan inhaler CFC albuterol tidak lagi diproduksi, kata peneliti menjelaskan dalam JAMA Internal Medicine, seperti dilansir dari laman Reuters. Obat aktif di dalam inhaler HFA sama persis.

Hanya, propelan-nya (bahan pembakar) berubah, menurut Rita F. Redberg, profesor dari Universitas California, San Francisco.

Inhaler yang diganti memiliki manfaat minimal atau tidak ada sama sekali terhadap lingkungan, tetapi memiliki manfaat besar untuk perusahaan farmasi, kata Redberg.

Karena inhaler HFA lebih baru dan masih dalam proses paten, inhaler bermerek ini lebih mahal dari obat generik CFC yang ada sebelumnya.

Para peneliti mempelajari data klaim asuransi swasta terhadap inhaler albuterol pada lebih d ari 100 ribu orang dewasa dan 37 ribu anak-anak dengan asma pada kurun 2004 – 2010, juga catatan rumah sakit terkait asma.

Sekitar 20 juta orang di Amerika Serikat menderita asma, penggunaan inhaler ini tidak mungkin berpengaruh terhadapa lapisan ozon, kata Anupam B. Jena dari Sekolah Kedokteran Universitas Harvard di Boston. “Inhaler HFA harus segera dipatenkan, yang memungkinkan dalam waktu lima tahun ada inhaler HFA generik di pasar, dan harganya akan turun lagi,” kata Jena.


(win/mer)