Menurut Ortega, burrito bukan makanan tradisional Meksiko. Burrito sebenarnya adalah adaptasi dari makanan tradisional bernama quesadilla yang dikreasikan oleh para pekerja imigran Meksiko di Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maka, mereka menaruh daging dan keju di dalam tortilla tepung, melipat empat pinggirnya, baru digulung sehingga bentuknya bulat," tutur Ortega.
Tortilla yang dipakai pun tidak sama seperti quesadilla. Burrito menggunakan tortilla tepung, bukan jagung.
"Tortilla jagung sangat lama prosesnya. Harus ditumbuk, diolah, baru bisa dibuat tortilla. Tortilla tepung sangat mudah dibuat. Hanya tepung dan air diaduk, lalu digiling. Sangat sesuai dengan pekerja yang tak punya waktu," kata Ortega.
Setelah siap, para imigran Meksiko pun membawa makanan mereka ke tempat kerja untuk santap siang. Di sana, para pekerja imigran dari Meksiko diberi julukan keledai.
"Mereka mengatakan orang Meksiko seperti keledai yang dalam bahasa Spanyol disebut burro. Ketika melihat makanan para pekerja, mereka berkata bahwa makanan yang dibawa adalah keledai kecil. Dalam bahasa Spanyol disebut burrito. Keledai kecil," tutur Ortega.
Namun, kini burrito sudah menjadi makanan populer yang kerap dianggap berasal dari santapan tradisional Meksiko.
"Burrito bukan makanan tradisional Meksiko, tapi biarkan dimakan oleh semua orang supaya mereka tahu perjuangan para pekerja imigran Meksiko di Amerika Serikat dulu," kata Ortega.
(mer/mer)