Ketika Sindrom Mengingat Superior Jadi Sebuah Kutukan

Windratie, CNN Indonesia | Selasa, 09/06/2015 10:52 WIB
Ada sejumlah kecil orang yang mampu mengingat hampir setiap detail kehidupan mereka dengan begitu rinci. Hyperthymestic syndrome adalah sindrom mengingat superior yang membuat seseorang mampu mengingat detail kehidupannya dengan rinci. (Thinkstock/Greyfebruary)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ada sejumlah kecil orang yang mampu mengingat hampir setiap detail kehidupan mereka dengan begitu rinci. Orang-orang ini memiliki kondisi yang disebut sebagai hyperthymestic syndrome atau sindrom mengingat superior.

Jika dilengkapi dengan tanggal, mereka dapat memberitahu Anda, di mana dan apa yang mereka lakukan pada hari itu. Bagi orang banyak, kedengarannya ini seperti anugerah.
Namun, yang terlahir dengan kondisi langka ini seringkali merasa kemampuan tak biasa mereka ini sebagai hal yang memberatkan. 

Dilansir dari laman Independent, beberapa orang dengan sindrom hyperthymestic melaporkan tidak mampu untuk berpikir tentang saat ini atau masa depan. Hidup mereka terjebak di masa lalu, tertangkap di dalam kenangan. 

Kita semua mungkin mengalami kondisi ini jika otak tidak memiliki mekanisme untuk menggantikan informasi yang tidak relevan dan yang dapat mengisi.


(Baca juga: Mengapa Otak Manusia Tidak Bisa ‘Penuh’?)

Kebalikan dari kondisi ini adalah fenomena yang disebut ‘accelerated-long term forgetting’ atau kondisi ‘melupakan jangka panjang yang dipercepat’. Kondisi ini telah diamati pada pasien epilepsi dan stroke. 

Seperti namanya, orang-orang yang memiliki kondisi ini akan melupakan informasi yang baru dia pelajari pada tingkat yang lebih cepat, kadang-kadang dalam beberapa jam, dibandingkan ingatan normal seseorang. 

Diyakini, kondisi ini merupakan kegagalan otak untuk mengonsolidasi atau mentransfer kenangan baru ke dalammemori jangka panjang. Namun, proses dan dampak dari bentuk lupa ini sebagian basir masih belum diselidiki.

Apa yang ingin diungkap studi tentang memori adalah, mengingat dan melupakan adlaah dua sisi dari mata uang yang sama. Dalam artian, melupakan adalah cara otak kita memilah kenangan, sehingga kenangan yang paling relevan lah yang akan diambil kembali.

Melupakan yang normal mungkin merupakan mekanisme keamanan untuk memastikan agar otak seseorang tidak menjadi penuh.

(win/mer)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK