Jokowi Mantu

Mengapa Gibran Baru Duduk di Kanan Selvi Usai Ijab Kabul?

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Kamis, 11/06/2015 16:52 WIB
Mengapa Gibran Baru Duduk di Kanan Selvi Usai Ijab Kabul? Resepsi Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda di Gedung Graha Saba Buana dihadiri ribuan orang (Pool/Joanito)
Solo, CNN Indonesia -- Pernahkah Anda melihat perbedaan duduk antara mempelai laki-laki dan perempuan saat akad dengan saat di pelaminan? Jika Anda menyadarinya, ada makna di balik itu semua.

Juru bicara bidang budaya dari pernikahan Gibran dan Selvi, Mufti Rahardjo, mengungkapkan posisi duduk pengantin laki-laki memang berbeda sebelum dan sesudah akad nikah.

"Perbedaan tersebut menujukkan status yang sudah berubah dari seseorang akibat satu kata dalam ijab, sah," kata Mufti kepada CNN Indonesia di Solo, beberapa waktu lalu.


Menjelang akad nikah dilangsungkan, pengantin pria harus duduk di sebelah kiri pengantin perempuan. Sesudah pengucapan janji suci sehidup semati dan sah menjadi sepasang suami istri, pengantin pria akan duduk di sebelah kanan pengantin perempuan. Dalam prosesi pernikahan Gibran dan Selvi pun demikian. Usai pengucapan ijab kabul, Gibran menempatkan posisinya di sebelah kanan Selvi.

Hal itu sebagai simbol berubahnya status dalam hidup pengantin. Ibarat kata, Gibran dan Selvi yang tadinya adalah 'orang asing' kini sudah dipersatukan dalam pernikahan. Mereka bukan lagi dua orang melainkan satu dalam ikatan pernikahan.

Dalam filosofi Jawa, perubahan duduk itu juga menggambarkan sebuah larangan yang kemudian berubah menjadi berkah dengan menikah. Artinya, Dalam hal ini adalah aktivitas seksual yang ketika sebelum menikah akan menjadi dosa, namun ketika sudah menikah akan menjadi berkah.

Perbedaan posisi ini juga berlaku dalam pemasangan cincin. Inilah alasannya, mengapa para lajang harus menggunakan cincin di jari manis tangan kiri. Dan ini juga jadi alasan mengapa cincin kawin dipasangkan di jari manis tangan kanan.


(chs/mer)