Bagaimana Aroma Air Mani yang Sehat?

Merry Wahyuningsih, CNN Indonesia | Selasa, 16/06/2015 22:00 WIB
Bagaimana Aroma Air Mani yang Sehat? Ilustrasi (Thinkstock/Sashkinw)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saat ejakulasi, cairan mani yang berisi sperma mengeluarkan aroma yang sangat khas. Kebanyakan laki-laki mengatakan aroma yang keluar dari air maninya seperti cairan pemutih pakaian atau kaporit. Normalkah?

"Bau yang Anda ungkapkan adalah normal (cairan pemutih pakaian atau kaporit)," ujar dr Andri Wanananda, MS, seksolog dari Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara, saat dihubungi oleh CNN Indonesia.

Semen atau air mani adalah cairan tubuh yang disekresikan oleh gonad (testis atau organ yang memproduksi sperma). Ini berisi spermatozoa, fruktosa dan enzim lainnya yang membantu sperma untuk bertahan hidup serta memfasilitasi pembuahan agar berjalan sukses.



Semen melewati saluran ejakulasi dan bercampur dengan cairan dari vesikula seminalis, prostat dan kelenjar Cowper. Vesikula seminalis menghasilkan cairan yang kental dan kaya fruktosa. Ini membentuk sekitar 65-70 persen dari komposisi air mani.

Dilansir Mayo Clinic, air mani yang normal biasanya berwarna putih awan, sedikit kuning atau sedikit abu-abu. Setelah ejakulasi, air mani akan menebal dengan konsistensi seperti jelly. Dalam waktu 20 sampai 30 menit, biasanya mencair dan semakin bening.


Sebagian besar cairan dalam air mani disekresikan dari organ reproduksi laki-laki, yaitu 65 persen cairan yang diproduksi oleh vesikula seminalis, 30 sampai 35 persen pada prostat, dan 5 persen dari testis dan epididimis.

Menurut dr Andri, normalnya sperma yang sehat beraroma klorin, yang sering disebut mirip cairan pemutih pakaian atau kaporit.

Selain aroma klorin, aroma air mani yang sehat juga bisa berubah karena faktor makanan. Dijelaskan Andri, jenis asupan makanan dan minuman tertentu dapat mengubah aroma sperma yang khas.

Tak hanya aroma, makanan juga memengaruhi cita rasa (taste) dari sperma. “Akan terasa pahit dan masam bila individu banyak makan daging merah, produk hewani, bawang, garlic (bawang putih) dan kopi,” kata Andri.


Dijelaskan Andri, rasa air mani akan berubah menjadi manis ketika seorang pria banyak mengonsumsi buah-buahan yang mengandung gula alami, seperti jeruk, pisang dan apel.

Rasa manis pada air mani dipicu oleh kandungan fruktosa dari makanan, sedangkan rasa masam saat pria banyak mengonsumsi daging dipicu oleh ketidakseimbangan pH atau kadar asam dalam cairan air mani.


(mer)