"Kelompok tertentu dari populasi berusia usia 24 bulan lebih mungkin menunjukkan tingkat kosakata yang lebih rendah. Membantu anak-anak tersebut, yang mungkin lebih berisiko, adalah penting," kata penulis utama penelitian Paul L. Morgan di Universitas Pennsylvania di University Park.
"Memiliki kosakata lebih sedikit bahkan di usia muda tersebut adalah prediksi rendahnya kesiapan taman kanak-kanak," kata Morgan seperti dilansir dari laman Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka menemukan, anak-anak yang berasal dari latar belakang sosial ekonomi lebih tinggi (berdasarkan pekerjaan orang tua, tingkat pendidikan, dan pendapatan), anak perempuan, dan anak-anak yang mendapatkan pola asuh berkualitas tinggi memiliki jangkauan kosakata lisan lebih luas.
Anak-anak yang lahir dengan berat badan rendah dan memiliki ibu dengan masalah kesehatan mempunyai kosakata lebih sedikit pada usia dua tahun.
Tiga tahun kemudian, guru TK menilai perilaku regulasi diri anak-anak dan frekuensi perilaku buruk atau gelisah. Anak-anak juga diuji untuk matematika dan keterampilan dasar.
Pilihan Redaksi |
Menurut Claire Vallaton dari Universitas Michigan di East Lansing, kendati efeknya kecil, tapi dapat bertahan selama bertahun-tahun pada masa tindak lanjut yang penting.
"Kosakata, tidak seperti banyak hal lain, misalnya pekerjaan, pendapatan, status sosial ekonomi, atau berat badan saat lahir, sangat dapat dimodifikasi," ujar Morgan.
Dia mengatakan, orang tua memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan bahasa anak sejak lahir. Mengubah cara orang tua berkomunikasi dengan anak-anak mereka dapat meningkatkan kosakata lisan anak. Sering membaca buku cerita dan melakukan percakapan keduanya sama penting.
Meski penelitian ini berhenti di usia TK, penelitian lain telah mengaitkan kesiapan TK dengan prestasi di kemudian hari dalam kehidupan anak. Termasuk, kemungkinan mendapatkan pendidikan tinggi atau memiliki rumah sendiri, ujarnya.
(win/mer)