Biji Jali, Biji Sehat Kaya Manfaat yang Sudah Terlupakan

Masyaril Ahmad, CNN Indonesia | Kamis, 20/08/2015 17:16 WIB
Biji Jali, Biji Sehat Kaya Manfaat yang Sudah Terlupakan Ilustrasi (Thinkstock/halfbottle)
Jakarta, CNN Indonesia -- Biji jali kini hanya terkenang lewat tembang Jali-jali. Itu ada benarnya. Pasalnya, orang zaman sekarang nyaris tidak mengenal bahkan mengonsumsi biji-bijian berwarna putih tersebut. Padahal manfaat yang dirasakan tubuh saat mengonsumsi jali sangatlah bagus.

Jali mempunyai kandungan gizi yang sangat bagus untuk tubuh, mulai dari melancarkan buang air besar hingga jadi obat tradisional kanker.

Ahli gizi Nanny Djaja menjelaskan manfaat biji yang kini terlupakan oleh sebagian masyarakat.


"Sekarang sudah jarang sekali orang makan jali," kata dokter dan pengajar dari Fakultas Kedokteran UNIKA Atmajaya Jakarta, saat ditemui usai konferensi di Jakarta, Kamis (20/8).

"Penelitian manfaat jali masih sedikit, padahal literatur yang saya baca manfaat jali itu bagus sekali," katanya melanjutkan.

Jali merupakan tumbuhan biji-bijian dari suku padi-padian. Warnanya putih seperti mutiara. Di China jali bahkan biasa disebut dengan China Pearl Wheat.

Varietas jali tersebar di berbagai penjuru dunia. Namun menurut Nanny, jali yang berasal dari Indonesia lebih bagus kandungan gizinya.

"Jali Medan atau Aceh itu lebih bagus dibanding jali dari luar seperti China. Jali Medan butirnya lebih besar, kandungannya lebih baik, harganya pun lebih mahal," katanya.

Terdapat kandungan gizi seperti prebiotik, beta-sitosterol yang bagus untuk mengendalikan kolesterol gula darah tubuh.

"Bukan hanya mengontrol gula darah saja, malah di China jali itu dipakai sebagai obat tradisional untuk kanker,” ujarnya menjelaskan.

Anda dapat memasak biji jali menjadi bubur dengan gula secukupnya untuk sarapan setiap pagi. Bila jali rasanya tawar, Anda dapat memakai daun pandan dan sedikit gula.

Hasil penelitian Nanny menunjukkan, sarapan bubur jali tidak menaikkan gula darah. Apalagi jika jali digabung dengan yoghurt, maka manfaatnya pun semakin bagus untuk tubuh.

"Kenapa digabung dengan yoghurt? Karena yoghurt sendiri untuk menjaga keseimbangan mikroba,” katanya.

Meskipun orang sudah jarang konsumsi jali, tapi biji ini tetap bisa Anda temukan di pasar tradisional dengan harga sekitar Rp 10 ribu per 2 ons.




(mer)