Makan Bakmi Sekaligus dengan Mangkuknya di Pontianak

Ardita Mustafa, CNN Indonesia | Selasa, 01/09/2015 11:16 WIB
Makan Bakmi Sekaligus dengan Mangkuknya di Pontianak Bakmi garing salah satu kuliner legendaris dari Pontianak yang berasal dari Restoran Bakmi MG di Jalan Pattimura, Pontianak. (CNN Indonesia/Ardita Mustafa)
Pontianak, CNN Indonesia -- Jika sedang berkunjung ke sebuah daerah, amat sayang jika tidak mencicipi kuliner khas daerah tersebut. Bagi para penggemar masakan mi, Pontianak bisa dibilang surganya.

Dari pinggir hingga tengah kota, menu makanan berjenis mi banyak ditemukan. Olahnya mulai dari goreng hingga kuah. Isiannya pun bermacam-macam, mulai dari makanan laut, sayuran hingga daging-dagingan.

Yang paling unik dan cocok untuk pelancong dengan waktu pelesir singkat adalah bakmi garing. Karena tidak hanya minya saja yang bisa dimakan, namun juga mangkuknya. Selain menghemat waktu bagi penikmat, menu ini juga memudahkan sang tukang cuci piring di restoran ini, bukan?


Menu bakmi garing terdapat di Restoran Bakmie MG. Nama yang membuat tersenyum, karena di Jakarta ada restoran mi dengan nama sebaliknya.

Restoran Bakmie MG terletak di Taman Alun-alun Sungai Kapuas, tempat diadakannya Festival Karnaval Khatulistiwa 2015, tepatnya di Jalan Pattimura. Bangunan restoran ini berada gagah di pinggir jalan raya.

Membuka buku menu, tentu saja bakmi garing langsung dipesan berikut es liang teh sebagai minumannya.

Sekitar sepuluh menit makanan yang dipesan datang. Langsung saja mata dibuat takjub, karena penampakan bakmi garing benar adanya. Kerupuk pangsit yang biasa ditabur di atas mi kini dibentuk sedemikian rupa menjadi mangkuk.

Penggemar kerupuk pangsit pasti langsung terpuaskan, karena tidak perlu bolak-balik memanggil pelayan untuk menambah jumlah kerupuk pangsit.

Minya berbentuk kecil, khas olahan dapur sendiri. Selain itu selebihnya sama, ada potongan daging ayam beserta daun bawang dan kuah kaldu bening. Saking banyaknya potongan daging ayam, sampai-sampai daging tersebut bisa dicelupkan ke kuah kaldu seakan-akan memesan mi dengan bakso kuah.

Suapan pertama, mi terasa lembut dan gurih, satu hal yang jarang ditemukan. Tidak perlu lagi menambah kecap, cuka, lada atau garam, cukup menambah sambal cabai agar mi terasa lebih pedas.

Sebelum dicampur daging ayam dari mi, kaldu sudah terasa gurih, tidak berbeda rasa dengan mi. Dengan campuran daging ayam, tentu saja kaldu terasa lebih mantap.

Setengah mi tandas, berarti waktunya memakan kerupuk pangsit yang menjadi mangkuk. Sempat mengira kalau kerupuk hanya hadir dengan rasa biasa saja, ternyata rasanya pun juga enak. Meski tebal namun tetap renyah dengan sedikit rasa asin.

Hampir di suapan terakhir, tersisa potongan daging ayam dan dasar mangkuk kerupuk pangsit. Langsung saja tangan melipatnya sehingga menjadi nachos daging ayam versi instan.

Lidah yang sudah terasa asin lalu menyeruput es liang teh yang berwarna pekat. Hampir sama dengan rasa cincau, minuman ini sangat terasa menyegarkan walau tidak terlalu manis seperti es teh manis.

Kedua menu tersebut dijual dengan harga yang masuk akal. Harga bakmi garing semangkuk sekitar Rp 20 ribu, sementara es liang teh sekitar Rp 8 ribu.

Chandra, sang pemilik Bakmie MG, menjelaskan kalau restorannya baru dibuka dua tahun yang lalu.

"Semua resepnya hasil coba-coba. Saya tidak ada latar belakang tukang masak. Begitu saya kasih coba ke teman-teman mereka bilang enak," katanya kepada CNN Indonesia beberapa waktu lalu.

Untuk mi, daging ayam dan kulit kerupuk pangsit, Chandra memesannya dari seorang teman yang membuka produksi rumahan. Sementara bumbu mi, kaldu dan mangkuk kerupuk pangsit ia mengkreasikannya sendiri.

Saat ini Bakmie MG masih akan buka di Pontianak, tapi tidak menutup kemungkinan Chandra juga akan buka di Jakarta.



(ard/mer)