Otak mereka mengalami perubahan struktural, dan menyusut di wilayah yang memainkan peran penting untuk kemampuan bahasa. Perempuan dikenal memiliki kemampuan verbal dan keterampilan multi-tasking yang lebih baik daripada laki-laki. Sementara itu, laki-laki diyakini memiliki kemampuan spasial yang unggul.
Dikutip dari laman Independent, para ilmuwan melakukan pemindaian otak magnetic resonance imaging (MRI) terhadap 18 perempuan yang menjadi laki-laki transeksual. Pemindaian otak dilakukan sebelum dan setelah empat minggu perawatan testosteron.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam istilah yang lebih umum, kata Lanzenberger, temuan ini mungkin menunjukkan perbedaan asli antara otak perempuan dan laki-laki secara mendasar adalah akibat dari efek hormon seks yang beredar. Apalagi, pengaruh hormonal pada struktur otak manusia melebihi fase perkembangan awal dan tetap ada sampai usia dewasa.
Kamilla Miskowiak, dari Universitas Copenhagen, yang mewakili komite komunikasi ECNP, mengatakan, “Sudah diketahui sebelumnya bahwa perkembangan bahasa antara laki-laki dan perempuan berbeda, hal itu disebabkan oleh pematangan otak yang berhubungan dengan perbedaan gender.”
“Secara khusus, perempuan yang melakukan operasi pergantian kelamin menjadi laki-laki mengakibatkan penurunan fungsi di area otak tertentu yang mengolah bahasa. Ini mungkin dapat menjelaskan mengapa kemampuan verbal perempuan sering kali lebih kuat dari laki-laki.”
(win/mer)