Siswa Tergesa Makan Siang Lebih Mungkin Memilih Junk Food

Windratie, CNN Indonesia | Kamis, 17/09/2015 14:36 WIB
Siswa Tergesa Makan Siang Lebih Mungkin Memilih Junk Food Ilustrasi anak menyantap makanan. (Getty images/ Thinkstock/martinplkang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seringkali kita mendapat petuah dari orang tua agar tidak makan dengan terburu-buru. Kini sebuah penelitian ilmiah terbaru membuktikan dampak negatif makan tergesa-gesa pada anak sekolah.

Anak yang tergesa-gesa menyantap makan siang lebih mungkin untuk meletakkan makanan kurang seimbang di nampan mereka, dan akhirnya membuang lebih banyak makanan karena mereka tidak punya waktu untuk makan, berdasarkan laporan sebuah penelitian.

Para peneliti membandingkan berapa banyak dan jenis makanan apa saja yang dipilih oleh sekitar 1000 siswa di kelas tiga sampai kelas delapan, serta berapa banyak yang mereka makan berdasarkan panjangnya waktu jam makan siang mereka.


Penelitian dilakukan dari 2011 sampai 2012 di salah satu sekolah. Periode makan siang biasanya selesai selama 20 sampai 30 menit.

Para siswa lebih kecil kemungkinannya mengambil sepotong buah jika mereka memiliki waktu kurang dari 20 menit untuk makan, jika dibandingkan dengan anak-anak yang setidaknya memiliki 25 menit waktu makan siang.

Anak-anak yang hanya punya sedikit waktu juga cenderung tidak menyelesaikan hidangan, sayur, atau susu mereka.

“Mereka lebih mungkin menyantap sayuran, susu, dan hidangan mereka jika mereka punya lebih banyak waktu,” kata penulis utama Juliana Cohen, peneliti di Harvard T.H Chan School, Public Health di Boston.

“Jika sehari-hari mereka kurang banyak menyantap makanan tersebut selama tahun ajaran sekolah, maka akan ada implikasi kesehatan penting pada siswa.”

Ketika siswa memiliki setidaknya 25 menit waktu makan, sebanyak 57 persen dari mereka akan mengambil beberapa buah untuk dimakan. Hal tersebut jika dibandingkan dengan 44 persen dari teman-teman mereka yang hanya memiliki waktu kurang dari 20 menit, kata Cohen melaporkan dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics.

Risiko lain dari makan dengan terburu-buru adalah, mereka akan menyantap makanan cepat saji dan makanan manis ketika merasa lapar, kata Samantha Heller, ahli gizi di Universitas New York. “Para ahli percaya jika siswa diberikan waktu makan siang yang cukup, mereka dapat menurunkan risiko obesitas dan penyakit kronis lain,” kata Heller.



(win/mer)