Penyakit Pikun Meningkat, Ekonomi Merugi

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Minggu, 27/09/2015 16:10 WIB
Menurut penelitian terbaru World Alzheimer's Disease, pengidap Alzheimer di Indonesia meningkat 20 persen, dari satu juta orang menjadi 1,2 juta. Alzheimer dan demensia kini tak hanya menyerang lanjut usia. (thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bukannya menurun, tren penderita Alzheimer di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Menurut penelitian terbaru World Alzheimer's Disease, pengidapnya di Indonesia meningkat 20 persen, dari satu juta orang menjadi 1,2 juta.

Seakan mematahkan mitos yang selama ini beredar bahwa pengidap Alzheimer yang juga termasuk Demensia alias pikun adalah usia lanjut, pasien penyakit serupa di Jawa Barat sudah mencapai usia 22 tahun.

Yang juga mengkhawatirkan, Alzheimer ternyata merugikan secara ekonomi. Kerugian keluarga pasien Alzheimer di Indonesia tercatat meningkat, dari US$1,7 miliar (Rp24,8 triliun) menjadi US$2 miliar (Rp29,2 triliun) per tahun. Kerugian itu timbul dari banyak faktor.


Bisa karena hilangnya penghasilan bagi pengidap Alzheimer, biaya yang dikeluarkan untuk merawat serta membeli obat-obatan.

"Apabila pendampingnya adalah anggota keluarganya maka kerugian ekonomi yang timbul adalah hilangnya penghasilan dari anggota keluarga yang berubah fungsi dari pekerja menjadi caregiver," kata Executive Director Alzheimer's Indonesia, DY Suharya menambahkan.

Meski begitu, kesadaran akan Alzheimer sudah mulai meningkat. Kalau dahulu itu dianggap penyakit wajar karena faktor usia, kini masyarakat mulai aktif mencari informasi mengenai pencegahan dan pengurangan risiko.

Dalam keterangan pers kepada CNN Indonesia, Minggu (27/9) Menteri Kesehatan Prof. Dr. Nila F. Moeloek, SpM(K) juga menyampaikan komitmen pemerintah untuk terus menyosialisasikan penyakit Alzheimer dari hulu hingga hilir.

Di sisi hulu, pemerintah telah menandatangani Rencana Aksi Nasional Pencegahan Demensia (National Dementia Plan). Indonesia akan menjadi negara ke-21 yang memiliki Rencana Pencegahan Demensia dibanding seluruh dunia.

Sementara di sisi hilir, pemerintah tak henti-hentinya menyarankan masyarakat untuk hidup sehat, tanpa rokok serta alkohol.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri sudah menyatakan dukungannya pada upaya pencegahan Alzheimer. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang ikut menghadiri Jalan Sehat Melawan Pikun Peduli Alzheimer di Monas, Jakarta pagi tadi mengatakan banyak fasilitas khusus yang bisa dimanfaatkan para pengidap Alzheimer.

"Seperti taman lansia serta ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA). Pemprov DKI Jakarta juga mengadakan poco-poco setiap Jumat pagi untuk mencegah kepikunan di lingkungan PNS," ujar Ahok menyampaikan dukungannya. (rsa/rsa)