"Berwisata ke alam itu kan harusnya mengakrabkan seseorang kepada pola hidup dengan alam terbuka," kata Kurniawan Sabar, manajer kampanye WALHI, ketika menghadiri sebuah acara di Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia, Minggu (27/9).
Sebaliknya, menurut dia, orang-orang malah merusak alam dengan membawa kebiasaan mereka di kota.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain kebiasaan membuang sampah sembarangan, kebiasaan lainnya seperti membuat api unggun dapat memberikan dampak buruk kepada hutan.
"Mereka tidak memerhatikan aspek lokasinya. Justru api unggun itu menyebabkan kebakaran hutan," paparnya.
Wawan menegaskan, jika terus dilakukan, maka hal tersebut dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan dan keberlangsungan hidup manusia.
"Ketika hutan kita rusak, maka oksigen akan berkurang, dan otomatis hal itu akan mengurangi kualitas udara yang menjadi topangan hidup kita," jelasnya.
"Situasi yang dulunya sejuk, berubah menjadi sangat panas," tutur Wawan.
Kemudian, membahas masalah penyakit, Wawan menegaskan, jika hutan kita telah rusak, maka hama yang tinggal di pedalaman hutan akan mencari tempat baru, yakni tempat di mana kita hidup.
"Kalau hutan dirusak, terus hama-hamanya mencari tempat baru yang dekat dengan kita, dan hal itu akan memberikan penyakit kepada kita," lanjut Wawan.
"Semakin rusak hutan kita, semakin rentan diri kita dengan penyakit-penyakit baru akibat kerusakan alam dan hutan." (win/win)