Studi: Manusia Modern Ternyata Lebih Gemuk

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Selasa, 20/10/2015 15:49 WIB
Studi: Manusia Modern Ternyata Lebih Gemuk Penelitian membuktikan bahwa masyarakat modern punya berat badan lebih besar daripada dua dekade lalu.
Jakarta, CNN Indonesia -- Pernah merasa sulit untuk menurunkan berat badan menjadi lebih ideal padahal sudah melakukan diet dan olahraga, baik lari keliling Gelora Bung Karno ataupun fitness di pusat kebugaran? Tenang, Anda tidak sendirian. 

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh New York University dan diterbitkan di jurnal Obesity Research & Clinical Practice, ternyata masyarakat modern saat ini, lebih sulit menurunkan berat badan ketimbang 18 tahun yang lalu. 

Hasil tersebut menunjukkan pada 2006, orang dewasa modern memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang lebih tinggi dibandingkan pada 1988, bahkan dengan tingkat diet dan aktivitas yang sama. 


Penelitian itu membandingkan diet yang sama pada 1971 dan 2008. Hasilnya, pada era kini, rata-rata pelaku diet sepuluh persen lebih berat dibandingkan orang di masa lalu. Pun berkaitan dengan aktivitas fisik yang sama, orang yang hidup pada 2006 cenderung lebih berat lima persen dibandingkan orang pada 1988. 

"Hasil penelitian kami menyarankan bila Anda berusia 25 tahun, Anda harus makan lebih sedikit dan olahraga lebih banyak, guna mencegah kenaikan berat badan," kata Jennifer Kuk, professor the School of Kinesiology and Health Science di York University, yang juga ikut melakukan penelitian itu. 

Dalam wawancara dengan The Atlantic, Kuk mengemukakan beberapa teori yang menjelaskan alasan sulitnya menurunkan berat badan.  

Pertama, pada saat ini, masyarakat lebih sering terkena bahan kimia yang menyebabkan kenaikan berat badan. Kedua, penggunaan obat resep telah mengalami kenaikan, yang memiliki efek samping terhadap pertambahan bobot tubuh. Dan yang terakhir, bakteri yang terdapat pada usus orang modern, diduga telah berubah seiring waktu yang membuat orang lebih rentan mengalami kenaikan berat badan. 

Tetapi, penelitian ini tidak menghasilkan alasan terjadinya tren yang terjadi di kota-kota besar sekarang ini. Penelitian ini dilakukan pada 36.377 orang dewasa Amerika Serikat hasil National Health and Nutrition Survey antara 1971 hingga 2008, dan data frekuensi aktivitas fisik pada 14.419 orang antara 1988 hingga 2006.     (les/les)