Sifat Pemarah Bisa Memperpendek Usia

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Rabu, 07/10/2015 16:47 WIB
Sifat Pemarah Bisa Memperpendek Usia Sebuah penelitian terbaru dalam jurnal Social Science and Medicine menunjukkan bahwa sifat pemarah dapat mempersingkat masa hidup Anda. (PublicDomainPictures/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah penelitian terbaru dalam jurnal Social Science and Medicine menunjukkan sifat pemarah dapat mempersingkat masa hidup seseorang 

Para peneliti menemukan bahwa pria berumur sekitat 35 tahun yang cepat tersulut amarahnya kemungkinan besar akan meninggal 35 tahun kemudian dibandingkan dengan laki-laki yang bukan pemarah.

Kendati para peneliti tidak menyelidiki alasan mengapa amarah memiliki hubungan dengan kematian dini, mereka mengatakan sifat pemarah memiliki hubungan dengan beberapa proses fisiologis yang negatif.


Misalnya saja aterosklerosis, yaitu penyumbatan pembuluh darah oleh zat-zat berlemak, dan bisa berakibat pada “insiden kesehatan yang serius dan berpotensi fatal seperti serangan jantung.”

“Hal ini menunjukkan bahwa perwujudan nyata dari rasa marah dalam proses fisiologi mungkin menjadi pernyebab antara topik penelitian yaitu hubungan antara rasa marah dan kematian,” tulis para peneliti dari Universitas Negara bagian Iowa.

Dalam penelitian ini, respondennya adalah 1.307 laki-laki kepala rumah tangga dan menelitinya dari 1968 sampai 2007. Sampel ini diberi pertanyaan setiap tahun dari 1968 hingga 1972.

Beberapa pertanyaan yang diajukan mencakup tingkat kemarahan, apakah mereka marah dengan cukup mudah atau butuh usaha dan waktu lebih banyak untuk membuat mereka marah.

Dan Setiap laki-laki diberi nilai rata-rata dalam lima tahun.

Para responden itu berusia antara 20 dan 40 ketika pertama kali ditanya, dan pada tahun 1982 rata-rata sudah berusia sekitar 34 tahun.

"Mereka yang tingkat amarahnya berada di deretan teratas memiliki 1,57 kali lipat peningkatan risiko kematian dibandingkan dengan mereka yang tingkat amarahnya berada di urutan terbawah," ujar peneliti.

Psikolog yang berbasis di London Graham Price, pun mengatakan orang cepat marah karena mereka mengembangkan keyakinan di alam bawah sadarnya yang berlebihan tentang ketidakadilan.

Menurutnya, keyakinan ini bisa jadi juga dipicu oleh pengalaman negatif di masa lalu dan diperkuat oleh ekspresi kemarahan berlebihan dalam rentang waktu yang cukup lama.

"Cara untuk menekan sifat ini adalah dengan menerima, dan menahan amarah dengan menggunakan kesadaran Anda," ujar Price.

Dia menambahkan, jika amarah masih sulit ditahan, akan berakibat lebih jauh pada kesehatan karena kemarahan adalah bentuk stres, dan stres terbukti dapat meningkatkan kadar kortisol dalam aliran darah.

"Penelitian telah menunjukkan bahwa jika marah atau bentuk stres lain dipelihata selama jangka waktu tertentu, akan berdampak negatif pada kesehatan dan bisa mengakibatkan IBS (Irritable Bowel Syndrome) atau meningkatnya stroke, serangan jantung dan masalah jantung lainnya," kata Price. (yns)