Uji Adrenalin Lewat Teka-Teki dan Pintu Rahasia

Windratie, CNN Indonesia | Jumat, 23/10/2015 05:45 WIB
Ada apa dengan orang-orang di Amerika? Mereka kini gemar mengunci diri mereka di sebuah kamar kecil, dan mencari akal untuk keluar dari ruangan tersebut. Foto depan escape room (CNN Indonesia internet/ Dok. Escape Room via facebook)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang teknisi laboratorium Jon Choi dan teman-temannya merayakan ulang tahun Jon pada bulan ini dengan sebuah uji adrenalin. Bersama-sama mereka mengunci diri dalam sebuah ruangan sempit, lalu memutar otak untuk melarikan diri, lewat pintu tersembunyi yang hanya akan terbuka melalui serangkaian teka-teki.

Adrenalin semakin terpacu dengan tenggat waktu. Permainan itu hanya berlangsung selama 60 menit, sebelum mereka semua dinyatakan sebagai pecundang. 

Beruntung, Choi dan teman-temannya berhasil lolos dengan sisa waktu satu menit.


Choi memang rajin bermain game komputer dengan kondisi yang sama. Namun, dia belum pernah mengunjungi ruangan melarikan diri alias escape room yang nyata secara fisik sebelumnya. Dia tertarik untuk mencoba tantangan itu secara nyata.

Escape room adalah fenomena hiburan terbaru yang sedang populer di Amerika Serikat. Orang-orang berusaha keluar dari kamar terkunci dengan memakai kecerdasan mereka, atau meminta ide dari teman, keluarga dan orang asing yang terkoneksi dengan pemain di dunia maya.

Menurut Escape Room Directory, di penjuru AS, kira-kira ada seratus 'escape room'. Mereka yang ingin merasakan pengalaman terkurung di 'escape room' dikenakan biaya US$ 20 - 30 atau sekitar Rp 273 - 409 ribu.

Di era ketika bersosialisasi tidak lagi membutuhkan percakapan tatap muka, dan jawaban untuk semua pertanyaan di dunia akan keluar dengan sekali menyentuh layar, orang-orang melihat escape room sebagai permainan sesuatu yang baru dan menyegarkan.

Saking gandrungnya masyarakat AS dengan permainan tersebut, jaringan televisi Science Channel pun menciptakan acara permainan berjudul 'Race to Escape'.

Tema dari 'escape room' bervariasi di berbagai tempat. Di Pittsburgh, permaianan berlatar perjuangan kabur dari penjara. Di Los Angeles, para pemain escape room akan bertualang dalam kisah detektif karya Raymond Chandler.

Sementara, Choi dan teman-temannya di Virginia, escape room yang mereka ikuti bertema kisah terkenal Sherlock Holmes. 

Berawal Dari Permainan Video

Permainan yang kini menjadi candu bagi banyak orang dewasa AS ini berasal dari video games tahun 1988 berjudul 'Behind Closed Doors'. Permainan ini mewujud nyata untuk pertama kalinya di Kyoto pada 2007 dan trennya menyebar ke seantero Asia juga Eropa. Escape Room mulai merambah AS tahun lalu. 

Game unik ini pun akhirnya menjadi alternatif bagi perusahaan-perusahaan besar di AS dalam membentuk kekompakan tim. Para karyawan dikelompokkan dalam satu ruangan terkunci dan bekerjasama memecahkan teka-teki untuk menemukan pintu rahasia. 

Bahkan, escape room telah menjadi lokasi unik untuk melamar kekasih hati. Beberapa pria meminta pasangan mereka ikut berpetualang di ruangan terkunci dengan lamaran romantis yang menanti di pintu rahasia, atau cincin pertunangan yang tersembunyi dalam teka-teki.

Tidak hanya itu, escape room juga menjadi bentuk terapi baru. Manajer Escape Room Live di Virginia, Hop Dang, menyebut permainan itu bisa mengeluarkan karakter sejati seseorang. 



(win/les)