Bahaya Menggunakan Sabun Antibakteri Saat Mandi

Utami Widowati, CNN Indonesia | Selasa, 20/10/2015 06:04 WIB
Sabun antibakterial kini semakin mudah ditemukan. Tapi salah-salah penggunaannya malah membuat tubuh sulit mengenali mana 'bakteri' yang baik dan yang jahat. Ilustrasi mandi. (Thinkstock/petrunjela)
Jakarta, CNN Indonesia -- Banyak produk sabun saat ini yang menawarkan jenis antibakteri. Jadi tak hanya memberi rasa segar dengan wewangian-wewangian yang khas, sabun ini juga mengklaim bisa mengusir berbagai bakteri yang menempel di tubuh.

Tapi nanti dulu. Sejumlah ahli lewat berbagai penelitiannya mengungkapkan bahwa menggunakan sabun saat mandi bisa jadi berbahaya.

Terutama pada sabun antibakterial yang sering kali mengandung zat kimia berat yang memang bisa mengusir kotor dan kuman dari tubuh. Namun risikonya jika digunakan setiap hari akan terakumulasi di tubuh, dan membuat tubuh gagal mengenali ‘bakteri’ yang baik.


Mengutip Independen, Robynne Chutkan, pendiri Digestive Center for Women di Chevy Chase, Maryland menyebutkan, “menggosok tubuh kita setiap hari dengan sabun antibakteri saat mandi, bisa jadi membuat kulit kita terbuka pada bakteri dan membuat jerawat dan eksim jadi bebas.”

Chutkan menyebutkan sebenarnya tubuh manusia cuma membutuhkan sekali ‘pencucian’ — bahkan setelah berkeringat karena berolah raga sekalipun.

“Kotor debu tidak menyebabkan penyakit — namun berulang kali membunuh bakteria yang baik di kulit kitalah yang benar-benar berbahaya untuk daya tahan tubuh kita.”

Selama pergantian musim, ketika influenza sedang mewabah orang harus lebih waspada. Caranya dengan lebih sering mencuci tangan dengan sabun. Namun Chutkan menekankan hand sanitizer tidak termasuk.

“Kecuali Anda berkeliling di area yang sedang terjangkit Ebola, sebagian besar mikroba di kulit dan tangan Anda bukan kuman yang berbahaya dan menyebabkan infeksi serius. Bakteria yang tidak berbahaya tak akan menyakiti Anda,” kata Chutkan.

Tahun lalu, badan kesehatan sedunia (WHO) merilis laporan tentang beberapa infeksi bakteri yang tidak dapat disembuhkan yang saat ini sudah muncul. Penyebabnya adalah penggunaan gel antibakteri yang meluas di kalangan masyarakat.

Laporan itu menyebutkan beberapa virus biasa yang telah bermutasi menjadi strain atau jenis yang telah resisten terhadap pengobatan yang biasa diberikan, membuat penyakit yang disebabkannya jadi sulit dikendalikan dan dimusnahkan.

(utw/utw)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK