Gara-Gara Kuman, Wanita Inggris Kehilangan Hidung

Windratie, CNN Indonesia | Rabu, 18/11/2015 05:46 WIB
Necrotising fascitis lebih dikenal sebagai infeksi bakteri pemakan daging. Ini adalah infeksi bakteri yang jarang terjadi namun sangat ganas. Ilustrasi tengkorak manusia (Pixabay/PetraBlahoutova)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang aktris serial drama Inggris, Lois Temel (41), harus menjalani lima kali operasi untuk memperbaiki hidungnya setelah bakteri pemakan daging menggerogoti wajahnya.

Temel dari Ryde, Isle of Wight, Inggris merasa selalu lelah dan letih, tapi dokter tidak tahu apa penyebabnya. Petugas medis lalu memasang kamera di hidungnya. Mereka menemukan necrotising fasciitis, bakteri mematikan yang menggerogoti jaringan lunak tubuh dan mematikan jaringan.

“Awalnya saya tidak merasakan sakit di wajah. Saya hanya merasa kecapaian dan lelah sepanjang waktu,” katanya. “Selama satu tahun saya berobat dari dokter ke dokter, dan baru ketika mereka memutuskan meletakkan kamera di hidung, diagnosis tersebut keluar." 


Lois mengatakan, wajahnya kelihatan normal dari luar, padahal, di dalam, jaringan wajahnya sudah habis digerogoti bakteri. Pada 2008, Lois menjalani operasi untuk menghilangkan daging mati dan mengeluarkan serangga ganas itu dari wajahnya. Dia menjadi orang pertama di Inggris yang menjalani rekonstruksi wajah menggunakan bahan bioaktif.

Para ahli bedah menggunakan keramik bioaktif khusus yang meniru struktur tulang untuk menggantikan jaringan yang mati dan membangun kembali hidung Lois.

Setelah operasi, Lois memerlukan bantuan pipa untuk pembuangan air di paru, terapi wicara, dan fisioterapi untuk tubuh dan paru-parunya. Bukan hal mudah bagi Lois. Namun dia kembali normal.

Namun, satu tahun kemudian, ketika Lois bersin, darah menyembur dari hidungnya beserta dengan septum (dinding pemisah) hidungnya. Aktris cantik itu pun harus kembali rela kehilangan hidung. Dengan kondisinya tesebut, Lois harus berhenti dari pekerjaannya dan tinggal dengan orang tuanya.

Dia kembali melakukan operasi untuk merekonstruksi kembali wajahnya. Meskipun begitu, Lois mengaku sempat kehilangan rasa percaya diri. Dia malah pernah ingin bunuh diri. 

Tapi, setelah lima kali melakukan operasi rekonstruksi wajah, perlahan kepercayaan diri Lois membaik. Dia juga kembali melakukan les akting dan berlatih peran. Dia berharap, bisa kembali berakting dalam waktu dekat.

Dokter tidak mengetahui bagaimana Lois bisa terjangkit necrotising fascitis, tapi mengatakan mungkin Lois terjangkit akibat sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Kendati sekarang tengah dalam tahap penyembuhan, dokter tidak bisa menjamin Lois sembuh sepenuhnya. Bakteri tersebut bisa jadi masih bersarang di wajahnya dan kembali menyerang sewaktu-waktu.

Necrotising fascitis lebih dikenal sebagai penyakit pemakan daging. Ini adalah infeksi bakteri yang jarang terjadi namun sangat ganas. 'Necrotising' mengacu pada sesuatu yang menyebabkan jaringan tubuh mati dan infeksi yang merusak kulit, otot, dan lemak.

Penyakit ini terjadi ketika bakteri masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil atau goresan. Saat berkembang biak, bakteri ini melepaskan racun yang membunuh jaringan dan memotong aliran darah ke daerah tersebut, menyebabkan jaringan rusak, lalu mati.

Gejalanya bisa berupa bintik merah atau benjolan kecil di kulit yang menyebar luas secara cepat. Selain itu, pengidapnya juga kerap merasa lelah terus-menerus, kedinginan, mual dan seringkali demam. Komplikasi lain yang mungkin terjadi adalah kegagalan fungsi organ serta syok. Jika gejala ini terjadi, pasien harus segera menemui dokter. 

Pertolongan pertama pada infeksi ini adalah terapi antibiotik dan operasi untuk membuang jaringan yang rusak. Amputasi bisa jadi diperlukan jika infeksi menyebar di area tangan atau kaki.

(win/les)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK