Kesempurnaan pada Menu Perjamuan Nobel

Windratie | CNN Indonesia
Jumat, 11 Des 2015 12:46 WIB
Menu Perjamuan Nobel harus sesuai dengan selera 1.350 tamu yang hadir, dari bangsawan, tokoh politik, bisnis, seni, serta ilmuwan, dan peraih Nobel sendiri. Ilustrasi restoran. (Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di sebuah dapur yang mengilap di bawah balai kota Stockholm, lebih dari 40 koki mengupas, menyendok, mencetak, dan memanggang bahan-bahan lokal hingga larut malam. Mereka sedang mempersiapkan hidangan besar untuk pejuang berbakat di dunia.

Perjamuan Nobel diselenggarakan setiap tahun sejak 1901, ketika hadiah Nobel pertama diberikan. Dress code-nya adalah dasi putih dan jas berekor untuk laki-laki, dan gaun untuk para perempuan. Perjamuan Nobel adalah bagian dalam sebuah perhelatan paling bergengsi di dunia, Penghargaan Nobel.

Tahun ini, perjamuan diadakan pada pekan ini, tapi persiapan di dapur ibarat sudah gencar dilakukan, udara di dapur dipenuhi oleh bau masakan lezat. Makanan yang disiapkan dalam Perjamuan Nobel harus cocok untuk seorang raja, tepatnya Raja Swedia Carl Gustav 16.

Hidangan juga harus sesuai dengan selera para sekitar 1350 tamu yang terdiri dari bangsawan, tokoh politik, bisnis, seni, serta ilmuwan dan peraih Nobel itu sendiri.

Menunya dirahasiakan, akan terungkap beberapa menit sebelum makanan disajikan. Semuanya harus sempurna, tidak boleh ada satu kesalah sekecil apapun. “Saya cukup tenang dan saya ingin menikmatinya,” kata Sayan Isaksson, kepala juru masak tahun ini yang juga juru masak ahli di Swedia.

Isaksson menyajikan tiga hidangan utama potensial kepada panita makanan acara tersebut pada Maret lalu. Menu terakhir sudah diputuskan pada Agustus. Sejak saat itu, Isaksson terus menyempurnakan hidangan dan memasaknya untuk panitia hampir setiap bulan.

“Perjamuan diadakan dengan standar internasional yang tinggi, kualitas makanan yang disajikan harus benar-benar kelas dunia,” kata Fredrik Eriksson, konsultan kuliner untuk Yayasan Nobel selama lebih dari sepuluh tahun dan juga anggota komite makanan.

“Makanan harus memiliki pengaruh Swedia, diseleksi dengan hati-hati, diproduksi dengan keberlanjutan yang baik. Harus ada kreativitas tetapi dengan nada klasik.”

Untuk melayani 1300 orang secara bersamaan, menu harus disesuaikan dengan makanan dan selera yang beragam. Makanan tertentu tidak diperbolehkan karena alasan agama, misalnya daging babi.

Tahun lalu para tamu disajikan dengan hidangan sup krim kembang kol, raja kepiting merah, rusa merah berbumbu, terrine wortel, bit panggang, bawang bombay asap, kentang yang dihaluskan. Panna cotta dengan sorbet dewberrries liar merupakan hidangan penutupnya.

Isaksson adalah juru masak Swedia yang dikenal dengan pengaruh Jepang pada masakannya. Meskipun menu Perjamuan Nobel tahun ini masih rahasia, Eriksson berpikir makanan Swedia dan Jepang adalah pasangan yang serasi.

(win/utw)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER