Makna Positif di Balik Meja Kerja Berantakan

Windratie, CNN Indonesia | Rabu, 16/12/2015 17:48 WIB
Makna Positif di Balik Meja Kerja Berantakan Ilustrasi meja kerja. (Pixabay/TheAngryTeddy)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejak dahulu, ada kebiasaan orang tua meminta anak remajanya agar membereskan kamar mereka yang berantakan. Kerapihan kerap diasumsikan sebagai sifat positif dan tanda berada dalam kontrol. Namun, ternyata penelitian menunjukkan sebaliknya. Anda tidak perlu malu menjadi berantakan.

Albert Einstein terkenal dengan sindirin, “Jika meja berantakan adalah tanda pikiran berantakan, maka demikian halnya dengan meja kosong.”

Menurut para peneliti di Universitas Minnesota, meja rapi cenderung membuat seseorang mengonsumsi makanan lebih sehat dan menjadi orang yang murah hati. Sementara, meja yang lebih berantakan dapat mendorong kreativitas dan membantu melahirkan ide-ide.


Pemimpin studi Kathleen Vohs mengatakan kepada Science Daily bahwa timnya menemukan hal-hal berharga ketika seseorang berada di lingkungan berantakan. Para peneliti meminta peserta untuk menyelesaikan kuesioner di ruang kantor rapi dan ruang kantor berantakan yang penuh dengan kertas dan alat tulis.

Para peserta kemudian diminta untuk menyumbang ke badan amal, lalu diminta memilih antara apel atau sepotong cokelat saat jalan ke luar. Dari hasil tersebut, para peneliti menemukan, mereka yang berada di ruang rapi menyumbangkan lebih banyak uang dan memilih apel.

Di tempat lain, peserta yang berada di tempat berantakan diminta untuk menciptakan ide kreatif dari sebuah bola ping pong.

Profesor Vos menjelaskan, orang-orang yang berada di lingkungan tertib terdorong melakukan kebiasaan dan cenderung bermain aman. Sementara, peserta yang berada di ruang berantakan, cenderung berpikir kreatif.

Studi oleh peneliti di Universitas Groningen, Jerman, juga membuat kesimpulan sama. “Meja berantakan tidak merugikan seperti kelihatannya. Dari pendekatan pemecahan masalah, (meja berantakan) cenderung meningkatkan efisiensi kerja atau meningkatkan kreativitas karyawan dalam memecahkan masalah,” kata penulis penelitian dalam artikel jurnal mereka.

Eric Abrahamson dan David H. Freedman, penulis buku 'A Perfect Mess: The Hidden Benefits of Disoder' berpendapat, “Berantakan bukan berarti tidak adanya keteraturan. Meja berantakan dapat berarti sangat memprioritaskan keefektifan dan sistem mengakses.”

(win/les)


BACA JUGA