Lima Tanda Orang dengan Kecerdasan Emosi Tinggi
Endro Priherdityo | CNN Indonesia
Kamis, 14 Jan 2016 19:36 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pernah mendengar kecerdasan emosional? Jenis kecerdasan ini adalah salah satu kecerdasan yang dinilai melengkapi kecerdasan intelektual (IQ) yang lebih dahulu ada.
Kecerdasan emosional pertama kali muncul pada 1964 dalam sebuah karya tulis Michael Beldoch, dan pada 1966 dalam karya tulis B Leuner. Emotional intelligence (EI) atau emotional quotient (EQ) didefinisikan sebagai kemampuan seseorang mengendalikan emosi pada diri sendiri dan orang lain.
Seseorang yang memiliki EQ baik dapat memisahkan berbagai emosi dan menggunakannya sebagai bahan pemikiran juga perilaku diri sendiri. EQ dinilai dapat memberikan keuntungan dalam bersikap, bahkan dalam berkarier.
Biasanya bila ingin mengetahui kadar EQ dalam diri, seseorang harus melaksanakan serangkaian tes dengan psikolog. Namun dalam sebuah diskusi forum di Quora, terdapat beberapa tindakan yang mencerminkan EQ yang dapat terlihat dalam kehidupan sehari-hari tanpa Anda perlu membayar tes psikologi.
1. Mendengarkan dan berbicara
Sebuah akun atas nama Bran Bain menulis bahwa orang dengan EQ tinggi akan cepat dalam mendengarkan dan lambat dalam berbicara. Hal ini menunjukkan kesadaran dalam percakapan dengan orang lain.
2. Berhati-hati
Akun lainnya, Paul Denlinger, menjelaskan kadang memiliki kecerdasan emosional berarti ia berhati-hati dalam bertindak.
"Contoh terbaik dari kecerdasan emosional adalah tetap diam ketika situasinya tidak memungkinkan, tetap melihat, mengamati, dan mendengarkan yang lainnya," tulisnya.
3. Mengelola emosi
Akanksha Ujjawal berpendapat bahwa kendali diri adalah indikator seseorang dengan EQ yang tinggi.
"Mereka sangat baik dalam mengelola emosi mereka sebelum kehilangan diri dan meledak seperti gunung berapi. Mereka mengerti emosi manusia sangatlah kuat dan tidak dapat diabaikan. Dan mereka menangani hal itu sangat cepat," tulisnya.
4. Selera humor
Rasa humor yang terkendali adalah aspek penting yang dimiliki seseorang dengan EQ yang tinggi, menurut Venkatesh Rao. Ia berpendapat bahwa orang yang mengubah segala sesuatu menjadi bahan lelucon dan orang tidak tertawa karenanya, memiliki kerendahan EI yang sangat serius.
"Kadang hal ini terjadi pada komedian di kehidupan asli mereka," katanya.
5. Umpan balik
Sedangkan Hans Jacobsen menilai bahwa menerima umpan balik dapat menjadi sinyal kualitas dari kapasitas emosional seseorang.
"Jelaskan kepada orang-orang bahwa Anda terbuka untuk sebuah tanggapan, dan Anda pun menginginkan tanggapan, dan mereka dengan EI tinggi mendengarkan dengan penuh perhatian," kata Jacobsen.
Orang dengan EQ tinggi menurun Jacobsen akan berusaha membuat orang lain mengetahui mereka mendengarkan. (win/les)
Kecerdasan emosional pertama kali muncul pada 1964 dalam sebuah karya tulis Michael Beldoch, dan pada 1966 dalam karya tulis B Leuner. Emotional intelligence (EI) atau emotional quotient (EQ) didefinisikan sebagai kemampuan seseorang mengendalikan emosi pada diri sendiri dan orang lain.
Seseorang yang memiliki EQ baik dapat memisahkan berbagai emosi dan menggunakannya sebagai bahan pemikiran juga perilaku diri sendiri. EQ dinilai dapat memberikan keuntungan dalam bersikap, bahkan dalam berkarier.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebuah akun atas nama Bran Bain menulis bahwa orang dengan EQ tinggi akan cepat dalam mendengarkan dan lambat dalam berbicara. Hal ini menunjukkan kesadaran dalam percakapan dengan orang lain.
2. Berhati-hati
Akun lainnya, Paul Denlinger, menjelaskan kadang memiliki kecerdasan emosional berarti ia berhati-hati dalam bertindak.
"Contoh terbaik dari kecerdasan emosional adalah tetap diam ketika situasinya tidak memungkinkan, tetap melihat, mengamati, dan mendengarkan yang lainnya," tulisnya.
3. Mengelola emosi
Akanksha Ujjawal berpendapat bahwa kendali diri adalah indikator seseorang dengan EQ yang tinggi.
"Mereka sangat baik dalam mengelola emosi mereka sebelum kehilangan diri dan meledak seperti gunung berapi. Mereka mengerti emosi manusia sangatlah kuat dan tidak dapat diabaikan. Dan mereka menangani hal itu sangat cepat," tulisnya.
4. Selera humor
Rasa humor yang terkendali adalah aspek penting yang dimiliki seseorang dengan EQ yang tinggi, menurut Venkatesh Rao. Ia berpendapat bahwa orang yang mengubah segala sesuatu menjadi bahan lelucon dan orang tidak tertawa karenanya, memiliki kerendahan EI yang sangat serius.
"Kadang hal ini terjadi pada komedian di kehidupan asli mereka," katanya.
5. Umpan balik
Sedangkan Hans Jacobsen menilai bahwa menerima umpan balik dapat menjadi sinyal kualitas dari kapasitas emosional seseorang.
"Jelaskan kepada orang-orang bahwa Anda terbuka untuk sebuah tanggapan, dan Anda pun menginginkan tanggapan, dan mereka dengan EI tinggi mendengarkan dengan penuh perhatian," kata Jacobsen.
Orang dengan EQ tinggi menurun Jacobsen akan berusaha membuat orang lain mengetahui mereka mendengarkan. (win/les)