Peziarah Terus Datangi Larantuka untuk Persisan Anta Tuan

Megiza, CNN Indonesia | Jumat, 25/03/2016 06:49 WIB
Peziarah Terus Datangi Larantuka untuk Persisan Anta Tuan Hingga pukul 10.00 WITA nanti, dipastikan masih ada ribuan peziarah yang bakal tiba di Pelabuhan Larantuka untuk mengikuti upacara Persisan Anta Tuan dan prosesi Jumad Agung. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Larantuka, Nusa Tenggara Timur, CNN Indonesia -- Kota Larantuka dipastikan akan didatangi ribuan peziarah yang baru tiba pagi ini. Persisan Anta Tuan atau prosesi mengantar Tuhan Meninu ke gereja yang bakal digelar siang ini, akan menjadi upacara yang diikuti peziarah asal pulau sekitar Larantuka ataupun luar kota.

Ketua Bidang Transportasi Kadishubkominfo Flores Timur, Ben Herin, menyatakan bahwa pihaknya belum dapat mengeluarkan angka pasti mengenai jumlah peziarah yang berdatangan ke Larantuka. Alasannya, banyak peziarah dari tiga pulau di sekitar Larantuka yang baru mulai berdatangan pada pagi ini hingga pukul 10.00 WITA nanti untuk mengikuti Semana Santa.

"Biasanya, jumlah peziarah yang berasal dari Pulau Adonara, Pulau Solor dan Pulau Lembata, akan bertambah banyak sebelum prosesi laut dimulai. Jumlahnya bisa membludak. Tetapi nanti sekitar pukul 10.00 WITA, areal sekitar pelabuhan sudah tidak boleh ada yang masuk karena ditutup untuk prosesi," ujar Ben saat ditemui CNNIndonesia.com pada Rabu (23/3).
Pelabuhan Larantuka mulai dipenuhi peziarah yang datang dari pulau-pulau sekitar untuk merayakan Tri Hari Suci Paskah, Larantuka, NTT. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Dalam pelaksanaan prosesi Jumad Agung atau Sesta Vera, peziarah tak hanya memadati Kapela Tuhan Meninu untuk mengikuti prosesi laut. Biasanya dua kapela lain yakni Kapela Tuhan Ana dan Kapela Tuhan Ma juga akan dipadati peziarah.


Sejak peringatan Kamis Putih dimulai hingga prosesi laut, kapela-kapela masih membuka kunjungan devosi untuk para peziarah. Setelah itu, dilakukan arak-arakan Tuhan Ma yang menjemput Tuhan Ana menuju Gereja Katedral.

Saat melakukan penjemputan itu terdapat beberapa urutan prosesi yang harus dilakukan. Prosesi dimulai dengan Genda Do atau genderang perkabungan, yang bakal terus menerus ditabu hingga prosesi selesai di malam hari.

Saat arak-arakan Tuhan Ana dan Tuhhan Ma masuk gereja Katedral, keduanya langsung disemayamkan di tempat masing-masing. Upacara wafat kristus dengan pasio dilagukan dan dilanjutkan dengan acara kecup Salib Kristus.

Sore hari setelah itu, ada juga kunjungan ke pekuburan di belakang Katedral. Di sini, akan dipasang lilin oleh para peziarah sebagai lambang penerang kepada jiwa-jiwa yang mengikuti jalan salib Tuhan. Salah satu anggota Confreria, Yosep Buto, menyebut ada dua arti yang terkandung dalam pemasangan lilin di pekuburan.

"Setelah misa Ekaristi ada pemasangan lilin di pekuburan untuk mengajak arwah untuk bangkit berjalan bersama mengikuti prosesi dan juga sebagai peringatan kepada umat bahwa nantinya kehidupan kita akan kembali ke tanah," kata Yosep saat ditemui di kediamannya, Kamis (24/3).



(meg/meg)