Tidak Semua Jenis Rumput Laut Layak Dikonsumsi

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Jumat, 08/04/2016 14:48 WIB
Tidak Semua Jenis Rumput Laut Layak Dikonsumsi Petani menunjukkan rumput laut hasil panen di Pantai Tonra, kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di Indonesia, rumput laut adalah hal yang mudah ditemui. Dari rumput laut segar yang baru dipanen dari laut, rumput laut setengah jadi alias yang siap dimasak berwarna putih, hingga yang dalam rendaman sirup siap dikonsumsi.

Selain Indonesia, negara lain yang juga dikenal sebagai penghasil rumput laut adalah Jepang. Makanan yang dikenal dengan nama nori ini berbentuk lembaran olahan rumput laut untuk digulung bersama nasi, atau diparut sebagai topping untuk ditaburi di atas makanan.

Apalagi, rumput laut juga dikenal sebagai bahan makanan sehat. Rumput laut bisa membantu memperlancar pencernaan dan punya kandungan vitamin C lebih banyak dibanding jeruk, selain merupakan sumber nabati vitamin B12.


Rumah makan mewah Waitrose mengumumkan akan menyediakan rumput laut liar yang kaya akan nutrisi. Sementara Chef Jamie Oliver menyebut rumput laut ikut andil dalam upayanya menurunkan berat badannya sebanyak 13 kg, baru-baru ini.

Di sisi lain, Chef Rene Redzepi dari Noma, menyatakan bahwa rumput laut adalah salah satu sumber daya alam yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.

"Kita belum pernah benar-benar mulai makan rumput laut, ini kesempatan kita," tuturnya

Sedangkan bagi Product Developer Waitrose, Simona Cohen Vida, rumput laut akan menjadi tren kuliner terbesar tahun ini.

"Pelanggan kami ingin bereksperimen di dapur mereka, jadi kami memperkirakan bahwa rumput laut akan ada dalam urutan paling atas daftar belanja musim semi ini," ujar Simona.

Rene mengatakan, rumput laut adalah sumber daya alam dan harus dipilih secara benar. Didapatnya sangat mudah, hanya dengan mengambilnya secara bebas dari pantai. Namun bagaimana cara memasak dan memakannya? Apakah selalu aman dimakan?

Menjawab pertanyaan Rene, Marcus Harrison mengajar teknik mengolah dan mengonsumsi rumput laut liar melalui kelas Wild Food School miliknya dan buku yang baru saja ia luncurkan berjudul 'Cooking with Seaweed: 101+ Ways'. Saran pertamanya adalah tetap hati-hati.

Menurut Harrison, rumput laut yang aman dikonsumsi adalah yang diambil saat air laut sedang pasang. Kemudian, nelayan rumput laut perlu memakai sepatu yang kuat, sebaiknya anti-licin, karena sebagian besar rumput laut tumbuh di dataran rendah lingkungan berbatu di bibir pantai saja.

"Rumput laut yang Anda ingin makan harus melekat pada batu, karena rumput laut yang berserakan di pantai tidak layak atau aman untuk dimakan," kata Harrison.

Ada sekitar 650 jenis rumput laut yang dapat dimakan. Banyak yang mengatakan rumput laut yang tumbuh di garis pantai semuanya layak dan aman dikonsumsi. Tetapi, Harrison tidak menyetujui pernyataan tersebut. Menurutnya, hanya beberapa yang aman dan layak dikonsumsi, seperti adderlocks/dabberlocks, tangle, sugar kelp, sea spaghetti, dulse, laver, sea lettuce, gutweed and carrageen, atau irish moss.

Namun, ia juga menyarankan agar tidak terlalu sering karena beberapa jenis memiliki kadar iodium yang padat.

Harrison juga berbagi tips untuk mengolah rumput laut di dapur sendiri.

"Rumput laut yang tebal dan kusut serta jenis sugar kelp adalah rumput laut terbaik untuk direbus atau digoreng dan disajikan seperti keripik," ujarnya seperti diberitakan Independent.

Sedangkan yang lebih tipis, seperti dulse dapat dimakan mentah dan dapat digunakan sebagai bahan masakan untuk menu tumis.

"Sementara jenis rumput laut laver, tidak cocok untuk dimasak seperti itu, lebih cocok direbus berjam-jam hingga menjadi jelly berwarna hijau gelap," tambahnya.

Rumput laut lain yang bisa dimakan mentah adalah sea lettuce serta gutweeds. Kedua jenis rumput laut ini cocok dijadikan tambahan pada salad.

"Gutweeds memiliki tekstur lebih halus dan dapat juga untuk campuran salad, atau dikukus. Dan irish moss hanya dapat digunakan sebagai alternatif gelatin," tuturnya.

Namun demikiam, Harrison berharap setiap orang dapat memanfaatkannya secara bertanggung jawab. "Jika 60 juta orang mulai menuju pantai dan menyabuti semua rumput laut, maka akan menjadi perusakan lingkungan," kata dia.  (sil/les)