Bau Mulut Lebih Bisa Ditolerir Ketimbang Bau Badan

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Jumat, 29/04/2016 15:43 WIB
Bau Mulut Lebih Bisa Ditolerir Ketimbang Bau Badan Survei acak CNNIndonesia.com menemukan bahwa bau mulut lebih bisa ditolerir ketimbang bau badan. (Thinkstock/VladimirFLoyd Location)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setiap orang pasti pernah mengalami momen harus berhadapan dengan orang-orang yang memiliki masalah aroma tubuh tak sedap. Bukan hanya bau badan, aroma tubuh tak sedap yang keluar dari mulut dan kaki juga bisa sangat mengganggu.

Berada dalam kondisi tersebut tentu tak mengenakkan dan membuat kita tak nyaman berlama-lama berinteraksi. Namun, jika Anda berada dalam kondisi tersebut, mana yang Anda pilih lebih baik berada di dekat orang bau mulut atau bau ketiak?

Dari hasil survei acak CNNIndonesia.com, sekitar 70 persen responden menyatakan lebih baik berada di dekat orang yang memiliki masalah bau mulut, dibanding dengan yang memiliki bau badan.


Masalah bau mulut adalah masalah yang membuat penderita dan orang lain terganggu. Karena masalah ini membuat percakapan antara seseorang dengan orang lain menjadi tidak nyaman. Penyebab dari masalah bau mulut sendiri biasanya karena makanan dan kurangnya kebersihan mulut yang membuat bakteri menumpuk dan menimbulkan bau tak sedap.

Faradina, mahasiswa di salah satu universitas swasta di Jakarta, adalah salah seorang yang kerap kali mengalami pengalaman tak enak berkenaan dengan bau.

"Mendingan bau mulut sih, kalau ngobrol kan bisa jauh-jauhan, lagi deketan pun belum tentu ngobrol. Tapi kalo bau badan, tahan deketan saja belum tentu," ujar Faradina.

Pendapat Faradina serupa dengan Muhammad Aditya. Alumnus Fakultas Teknik Industri Trisakti itu menyebut masalah bau mulut lebih bisa ditolerir dibanding aroma tubuh tak sedap.

"Orang bau mulut kita tawarin permen aja udah ngebantu, tapi kalo bau badan udah nggak bisa ditolerir. Mau ditawarin parfum ketahuan dong dan nggak enak juga. Kalaupun dikasih parfum, baunya itu makin nggak enak, malah jadi aneh," ungkap Aditya.

Pengalaman Aditya setiap hari berjibaku dalam transportasi commuterline membuat dia seringkali bertemu ragam orang yang memiliki masalah bau badan. Hal itu tentu membuatnya tak nyaman ketika harus berdesakkan di waktu pulang kerja.

"Aduh, baunya rupa-rupa, orang pulang kerja kan sudah seharian beraktivitas, kadang kalau beruntung deket yang wangi, tapi seringnya apes. Ada saja bau nggak enak. Antisipasinya sih paling nyiapin masker aja," kisah Aditya.

Meski banyak yang memilih dekat dengan orang bau mulut, ada juga yang memilih lebih baik dekat dengan orang memiliki masalah bau badan. Salah satunya adalah seorang karyawan swasta, Yulyan Harry, ia menyatakan dirinya bahwa orang yang bau mulut lebih menyebalkan.

"Kalau bau mulut tuh, pas ngobrol baunya ngagetin, dan itu lumayan bikin bete buat lanjut ngobrol, jadi mending bau badan,” katanya.

Aroma tubuh yang tak sedap, menurut Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Vinia Ariani Permata, SpKK, disebabkan oleh bakteri di permukaan kulit. Pada dasarnya jutaan bakteri tidak berbahaya berdiam di permukaan tubuh dan membantu pertahanan alami kulit. Bakteri ini bertahan hidup dan berkembang biak di lingkungan yang lembab dan mudah berkeringat, seperti pada ketiak.

"Saat keringat bercampur dengan bakteri-bakteri penyebab bau badan, maka bakteri ini akan menguraikan keringat kita dan memprosesnya dalam sistem metabolisme mereka sehingga menghasilkan produk sampingan berupa keringat berbau atau bau badan," tutur Vinia.

(les)