Ikan Fugu Lebih Beracun Dibanding Sianida

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Selasa, 03/05/2016 19:30 WIB
Ikan Fugu Lebih Beracun Dibanding Sianida Ikan fugu atau ikan buntal punya racun yang 1200 kali lebih mematikan dibanding sianida. (Thinkstock/DAJ)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berbicara soal Jepang, ada satu kuliner khas yang membuat banyak orang penasaran, yakni ikan fugu. Ikan berkulit duri ini tidak bisa sembarangan dimakan. Tanpa teknik yang tepat, mereka yang mengonsumsi ikan buntal ini bisa menemui ajal.

Pasalnya, ikan fugu punya racun di seluruh tubuhnya. Diperlukan teknik khusus dalam mengolahnya agar daging ikan fugu tidak terkontaminasi racun.

Bayangnya, seekor ikan fugu punya racun yang dapat membunuh 30 orang dewasa.


Oleh karenanya, diperlukan chef dengan kemampuan khusus untuk mengolah ikan ini. Mereka butuh berlatih bertahun-tahun lamanya sebelum bisa menyajikan fugu yang aman dikonsumsi.

“Satu gerakan mengiris yang salah, bisa membuat ‘profesi’ chef berubah jadi pembunuh,” ujar Chef Yutaka Sasaki yang menyandang gelar 'spesialis fugu' selama 45 tahun.

Sasaki menyebut fugu punya racun yang kekuatannya 1200 kali lebih mematikan dari sianida. “Meski hanya sedikit saja mengonsumsi racun fugu, dapat menyebabkan kondisi yang mengerikan,” katanya.

Kondisi tersebut dimulai dari rasa kebas di sekitar mulut, kemudian kelumpuhan. “Dengan tidak mampu mengucapkan satu kata atau memberi sinyal bahwa hidup mereka dalam bahaya, bisa menyebabkan kematian.”

Melansir Inquistr, racun fugu adalah tetrodotoxin, jenis racun yang menyerang sistem saraf. Racun ini digunakan sebagai mekanisme pertahanan terhadap predator fugu, selain tubuhnya yang menggembung. Sayangnya, manusia tidak punya kekebalan terhadap racun ini, yang membuatnya sangat mematikan.

Apalagi, hingga saat ini belum ada penawar bagi tetrodotoxin.
Dibutuhkan teknik khusus dalam mengolah ikan fugu sehingga aman dikonsumsi. (Thinkstock/NengLoveyou)
Korban paling terkenal yang tewas usai menyantap ikan fugu ialah aktor bernama Kabuki Mitsugoro Bando. Dia meninggal di sebuah restoran Kyoto pada tahun 1975, karena memakan empat porsi hati ikan fugu, yang sebenarnya, memang dilarang.

Hati dan indung telur ikan fugu adalah bagian paling beracun. Para koki tidak diperbolehkan untuk menyajikannya dalam keadaan apapun.

Desakan para pelanggan yang penasaran akan sensasi memakan ikan itu, terkadang membuat para koki menyerah dan memberikan bagian kecil hati ikan fugu. Meski hanya sedikit, namun memakan bagian kecil itu pun akan menyebabkan kematian. (les)