Pasalnya, ikan fugu punya racun di seluruh tubuhnya. Diperlukan teknik khusus dalam mengolahnya agar daging ikan fugu tidak terkontaminasi racun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Satu gerakan mengiris yang salah, bisa membuat ‘profesi’ chef berubah jadi pembunuh,” ujar Chef Yutaka Sasaki yang menyandang gelar 'spesialis fugu' selama 45 tahun.
Sasaki menyebut fugu punya racun yang kekuatannya 1200 kali lebih mematikan dari sianida. “Meski hanya sedikit saja mengonsumsi racun fugu, dapat menyebabkan kondisi yang mengerikan,” katanya.
Kondisi tersebut dimulai dari rasa kebas di sekitar mulut, kemudian kelumpuhan. “Dengan tidak mampu mengucapkan satu kata atau memberi sinyal bahwa hidup mereka dalam bahaya, bisa menyebabkan kematian.”
Melansir Inquistr, racun fugu adalah tetrodotoxin, jenis racun yang menyerang sistem saraf. Racun ini digunakan sebagai mekanisme pertahanan terhadap predator fugu, selain tubuhnya yang menggembung. Sayangnya, manusia tidak punya kekebalan terhadap racun ini, yang membuatnya sangat mematikan.
Apalagi, hingga saat ini belum ada penawar bagi tetrodotoxin.
Dibutuhkan teknik khusus dalam mengolah ikan fugu sehingga aman dikonsumsi. (Thinkstock/NengLoveyou) |
Hati dan indung telur ikan fugu adalah bagian paling beracun. Para koki tidak diperbolehkan untuk menyajikannya dalam keadaan apapun.
Desakan para pelanggan yang penasaran akan sensasi memakan ikan itu, terkadang membuat para koki menyerah dan memberikan bagian kecil hati ikan fugu. Meski hanya sedikit, namun memakan bagian kecil itu pun akan menyebabkan kematian. (les)
Dibutuhkan teknik khusus dalam mengolah ikan fugu sehingga aman dikonsumsi. (Thinkstock/NengLoveyou)