Indonesia, Negara dengan Varian Mi Terbanyak di Dunia

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Jumat, 06/05/2016 14:17 WIB
Indonesia, Negara dengan Varian Mi Terbanyak di Dunia Indonesia punya banyak varian mi dari berbagai daerah. (Thinkstock/AnnekeDeBlok)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berbicara mi, kehidupan masyarakat Indonesia tidak bisa dilepaskan dari makanan yang satu ini. Hampir semua ada di Indonesia, dari mi instan yang praktis hingga mi tradisional yang belakangan ini semakin mudah dijumpai.

Itulah kenapa Indonesia layak disebut sebagai negara dengan varian mi terbanyak di dunia. Bagaimana tidak, di berbagai pelosok Indonesia, bisa dipastikan ada kuliner berbahan dasar mi.

“Mi Nusantara itu spesial,” kata Chef Edwin Lauw. “Kreasi mi di Indonesia paling beragam dari bangsa non-China lainnya.”


Edwin menyebut, dari seluruh negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, bahkan hingga ke Jepang dan Korea, variasi mi Indonesia jauh lebih banyak.

“Negara kita memiliki budaya yang sangat beragam, sehingga setiap kebudayaan memiliki kreasi mi mereka sendiri-sendiri,” kata Edwin kepada CNNIndonesia.com, pada Kamis (5/5).

Apalagi mi di Indonesia juga lekat dengan tradisi, mengingat budaya Indonesia juga merupakan asimilasi China, nenek moyang pembuat mi.

“Mi di China, yang juga diwariskan ke Indonesia, kerap kali disajikan sebagai simbol panjang umur, kesuksean dan persembahan bagi lelulur,” terang Edwin.

Hal ini lah yang kemudian menurut Edwin, membuat menu mi selalu ada di setiap momen penting kehidupan dan acara besar, seperti resepsi pernikahan, syukuran, maupun Imlek atau peringatan Tahun Baru China.

“Yang membuat mi Nusantara spesial adalah cita rasanya yang berani dan kuat, serta harganya yang mayoritas lebih murah ketimbang mi negara lain. Ini juga yang mendorong pertumbuhan industri mi di Indonesia sangat pesat,” ujarnya.

Banyaknya varian mi, bahkan membuat Edwin kehilangan jejak. Namun jika dikategorikan, mi Nusantara dapat diklasifikasikan sesuai daerahnya masing-masing seperti mi Jawa, mi Bangka, mi celor Palembang, mi kocok Bandung, mi seafood Aceh, dan lainnya. Selain itu, kata Edwin, dapat juga diklasifikasikan sesuai cara masak atau penyajiannya.

“Ada yang berkuah, ada yang kuah pisah, ada yang kering, ada yang digoreng, ada yang dimasak pakai arang, ada yang pakai bakso atau pangsit, ada yang bening atau bersantan, ada juga yang masih baru saja muncul seperti mi bakar, mi campur arang, dan mi dari pasta seafood,” ungkapnya. (les)