Bermain Rasa di Ubud Food Festival 2016

Vega Probo, CNN Indonesia | Jumat, 27/05/2016 08:09 WIB
Bermain Rasa di Ubud Food Festival 2016 Ilustrasi: Ubud, Bali (SkitterPhoto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selayaknya, makanan dan minuman menyentuh indra perasa. Namun tidak demikian halnya Ubud Food Festival, pada 27-29 Mei 2016. Lebih dari itu, acara tiga hari yang digelar di jantung Bali ini memainkan segala indra.

Di sini, indra penglihat menjadi saksi aneka rupa olahan makanan dan minuman, dari keju, cokelat, bebek sampai kopi. Indra pendengar pun menyimak suara makanan segar yang baru saja keluar dari alat pemanggang, seperti roti. Kres!

Indra pencium pasti membaui aroma dari berbagai penjuru, terutama arena Pasar Kuliner. Buka setiap hari mulai pukul sembilan, puluhan gerai didukung nama terkenal, dari Uma Cucina, Queens of India Restaurant, sampai Waroeng Maranggi.


Ubud Food Festival digelar di sejumlah arena di lokasi berbeda, tergantung agendanya. Ada Festival Hub di Taman Kuliner di Jalan Raya Sangginan, ada pula acara diskusi dan demo masak di Casa Luna di Jalan Raya Ubud, dan lain-lain.

Agenda harian diawali kegiatan yoga selepas pukul tujuh pagi, dan diakhiri pemutaran film dan pertunjukan musik menjelang tengah malam. Sebagian agenda dapat diikuti secara cuma-cuma, dan sebagian lain dikenai biaya untuk tiket masuk.

Bila menilik tajuk acaranya, Ubud Food Festival memang bersaudara dengan Writers & Readers Festival and Bali Emerging Voices Festival. Sama seperti kedua saudaranya, pamor Ubud Food Festival pun menggema sampai Asia Tenggara.

Masakan Indonesia tentu saja menjadi bintang utama festival ini. Namun secara keseluruhan, pengunjung bisa merasakan petualangan kuliner yang menyenangkan kala mencicipi aneka sajian, menyimak demo para chef, serta mengenal beragam produk lokal.
 
Tahun ini, Ubud Food Festival mengusung tema Go Local. Segenap chef, pengelola restoran, produsen makanan profesional kompak menyajikan ikon kuliner dari berbagai penjuru dunia. Tak hanya rasanya yang menyegarkan, begitu pula gagasannya.

Pengunjung yang menjejali festival ini tak sebatas pemburu kuliner dan foodstagramer, melainkan juga pelaku industri kuliner. Inilah kesempatan untuk mengeksplorasi keragaman kuliner sekaligus membina jejaring dan memajukan bisnis.

Hari ini, sederet agenda dengan tema menarik telah menanti. Ada tema Indonesia’s Superjuice selepas pukul sebelas di Indus Restaurant, A Fin Feast—Fish Tales from Ambon to Amsterdam di Casa Luna, dan Memories of Ubud Past di Joglo, Taman Kuliner.

Nanti malam, selepas pukul delapan, ada pemutaran film Biji Kopi Indonesia (Aroma of Heaven) di Rumah Kayu, Taman Kuliner. Dan masih banyak lagi agenda lain sebagai tertera di website resmi Ubud Food Festival yang mengisi akhir pekan pada pengujung Mei.



(vga/vga)